Bandar Lampung-Kabar gembira menghampiri para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lampung. Dompet Dhuafa (DD) Lampung berkolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat/Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah meresmikan Program Bedah Warung pada Kamis (8/5/2025) di Sakara Coffee, Bandar Lampung.
Program ini merupakan wujud nyata penyaluran dana zakat dan kebajikan tahun 2024 dari UPZDK Permata Bank Syariah melalui Dompet Dhuafa, dengan fokus memberikan bantuan modal usaha dan perbaikan warung bagi UMKM binaan DD di berbagai wilayah Lampung.
Peresmian ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang DD Lampung, Nandrianto Suparno; GM Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa, Bobby Manullang; Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Habibullah; serta 10 penerima manfaat Program Bedah Warung yang berasal dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pringsewu, dan Lampung Selatan.
Dalam sambutannya, Bobby Manullang menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin antara Dompet Dhuafa Lampung dan UPZDK Permata Bank Syariah. Beliau menggarisbawahi pentingnya rasa syukur dalam setiap nikmat, serta mengapresiasi semangat juang para penerima manfaat.
“Hari ini masih ada pihak-pihak yang peduli seperti UPZDK Permata Bank Syariah. Yang patut dicatat oleh kita adalah jiwa yang berusaha. Saya ucapkan selamat kepada para penerima manfaat atas upaya-upayanya. Pupuk dan jaga kepercayaan kepada mitra dan customer, kembangkan kreasi agar UMKM tetap bertahan,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan, “Kami insyaallah tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pelatihan dan akses pasar, serta berharap program serupa dapat berlangsung di wilayah lain”.
Senada dengan itu, Habibullah, Ketua UPZDK Permata Bank Syariah mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama bermitra dengan Dompet Dhuafa dalam menyalurkan dana kebajikan untuk berbagai program sosial. Beliau menyoroti potensi sinergi antar penerima manfaat Program Bedah Warung di Lampung.
“Yang menarik dari program ini ternyata ada temuan hari ini. Kami juga berpikir ada sinergi yang terjalin antar penerima manfaat. Misalnya ada UMKM di bidang percetakan, kue, minuman susu, souvenir, biji kopi di hulu dan hilirnya di kedai kopi. Ini bisa saling sinergi. Jangan lupa pelayanan juga harus kita jaga,” pesannya.
Apresiasi dan ucapan selamat juga disampaikan oleh Nandrianto Suparno kepada para penerima manfaat. Beliau berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan usaha para penerima.

Program Bedah Warung Lampung Secercah Harapan Bagi Penerima Manfaat
Program Bedah Warung hadir sebagai angin segar bagi para penerima manfaat bantuan yang bergerak di sektor UMKM. Lebih dari sekadar bantuan modal, program ini juga memberikan intervensi berupa perbaikan sarana prasarana warung, pengadaan alat penunjang usaha, hingga pelatihan pengembangan bisnis. Harapannya, program ini dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi para penerima manfaat, bahkan mengantarkan mereka menjadi pemberi manfaat bantuan di masa depan.
Kisah haru dan harapan pun terucap dari para penerima manfaat. Novi, pemilik UMKM Ngupi, mengungkapkan bahwa bantuan ini datang di saat yang tepat.
“Bantuan ini jadi angin segar karena memang ekonomi hari ini sedang lesu jadi penjualan agak susah, dan ternyata kita nggak sendirian. Banyak insight baru, semoga umurnya panjang,” ujarnya.
Ia juga menceritakan tantangan awal usahanya dalam mengakses pasar.
Agung dari Dapur Kue juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Usahanya memberdayakan ibu-ibu lansia yang kurang memiliki pengetahuan teknologi dan pemasaran.
“Berterima kasih atas bantuan ini. Dapur kue membantu pembuatnya kebanyakan ibu-ibu lansia namun tidak melek teknologi dan cara menjualnya. Jadi kami bantu pemasaran juga. Kami juga tidak menutup kemungkinan memasarkan ke pasar tradisional,” tuturnya.
Kisah inspiratif juga datang dari Adit, salah satu pendiri Sakara Coffee, tempat peresmian program berlangsung. Bersama ketiga temannya, ia merintis usaha kopi yang terinspirasi tema Jepang ini sejak tahun 2020 di tengah pandemi. Sempat berpindah-pindah lokasi, kini Sakara Coffee mulai menemukan kestabilan di tempatnya saat ini, meski masih dengan sistem sewa bagi hasil dan renovasi kedai. Kesempatan ini menjadi momentum penting bagi Sakara Coffee untuk terus berkembang.
Peresmian Program Bedah Warung ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi simbol harapan dan semangat baru bagi para pelaku UMKM di Lampung. Sinergi antara Dompet Dhuafa dan Permata Bank Syariah diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Pertama di Sumatera, Kantin Kontainer di UIN Lampung Resmi Berdiri






















