Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Fidyah untuk 250 Warga di Bandar Lampung dan Lampung Selatan

Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Fidyah untuk 250 Warga di Bandar Lampung dan Lampung Selatan

Bandar Lampung – Dompet Dhuafa Lampung bersama Sambel Alu menyalurkan amanah fidyah dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan di Sukaraja, Bandar Lampung, dan Karang Anyar, Lampung Selatan pada Kamis (7/8/2025). Sebanyak 250 penerima manfaat mendapatkan paket nasi kotak sebagai bentuk pemenuhan kewajiban fidyah yang telah dititipkan.

Program ini menjadi upaya Dompet Dhuafa Lampung mempermudah masyarakat dalam menunaikan fidyah sesuai ketentuan syariat, serta memastikan amanah sampai kepada yang berhak. Penyaluran berlangsung di dua titik: Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, dan Desa Karang Anyar, Kabupaten Lampung Selatan. Sebagian besar penerima manfaat adalah masyarakat prasejahtera, termasuk nelayan yang baru kembali dari melaut.

 

Maryudi, Ketua RT 009 Sukaraja, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Dompet Dhuafa, Sambel Alu, dan para donatur. Warga kami sangat senang dan antusias, khususnya para nelayan yang baru saja pulang dari mencari ikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa membayar fidyah tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama. Dompet Dhuafa Lampung terus membuka peluang bagi siapa pun yang ingin menunaikan fidyah atau berdonasi untuk program kemanusiaan.

Salurkan fidyah Anda sekarang melalui: lampung.dompetdhuafa.org/campaign/fidyah

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Dukung Program Penguatan Literasi

Dompet Dhuafa Lampung Dukung Program Penguatan Literasi, Kolaborasi dengan NGAJAR dan RELIMA Perpurnas RI

Dompet Dhuafa Lampung Dukung Program Penguatan Literasi, Kolaborasi dengan NGAJAR dan RELIMA Perpurnas RI

Bandar Lampung — Belajar kini tidak harus selalu di dalam kelas. Di lantai tiga Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, gelak tawa anak-anak mewarnai suasana saat mereka bermain Ular Tangga Literasi—sebuah inovasi permainan edukatif berbasis budaya yang dirancang untuk menanamkan semangat membaca sejak dini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Literasi yang digelar oleh RELIMA Perpusnas RI bersama Komunitas NGAJAR, dengan dukungan dari Dompet Dhuafa Lampung, PT Bukit Asam, dan sejumlah mitra kolaborator. Melalui pendekatan budaya dan permainan tradisional, literasi diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Permainan Ular Tangga Literasi bukan sekadar nostalgia, tapi dikembangkan menjadi alat belajar yang efektif. Anak-anak diminta membaca kalimat pendek, menebak makna kata, atau menjawab pertanyaan seputar cerita rakyat serta wawasan umum. Setiap langkah dalam permainan ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan melatih kemampuan berpikir kritis.

Menurut Rengga Wisnu Aditya, Ketua Komunitas NGAJAR, permainan ini bertujuan menanamkan cinta buku dan belajar dalam format yang ramah anak. “Kita ingin anak-anak merasa bahwa membaca itu menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka,” ujarnya.

Perwakilan RELIMA Perpusnas RI, Yoga Pratama, menambahkan bahwa pendekatan berbasis budaya ini merupakan bentuk optimalisasi distribusi bahan bacaan berkualitas dari Perpusnas ke komunitas-komunitas literasi sejak 2023. “Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan mencintai ilmu lewat pendekatan kontekstual seperti permainan tradisional,” jelasnya.

Tak hanya itu, kegiatan literasi juga dilengkapi dengan kelas mewarnai serta permainan kartu puzzle bertema kesehatan lingkungan. Seluruh rangkaian dikemas dalam suasana yang hangat, inklusif, serta melibatkan peran aktif orang tua.

Dompet Dhuafa Lampung sebagai salah satu pendukung kegiatan, melalui Pimpinan Cabang Nandrianto Suparno, menyatakan komitmennya terhadap peningkatan literasi anak di daerah. “Literasi adalah kunci pembangunan bangsa. Ini bukan hanya tentang membaca dan menulis, tapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, dan memperkaya keterampilan,” tegasnya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi anak dapat diperkuat melalui pendekatan kreatif, kolaboratif, dan berbasis budaya lokal. Inovasi seperti Ular Tangga Literasi menjadi pintu masuk penting dalam menghidupkan semangat belajar yang menyenangkan.

Klik : Yuk, Ambil Bagian dalam kegiatan Literasi Pendidikan

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Al-Qur’an untuk Santri Pelosok Pesawaran

Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Al-Qur’an untuk Santri Pelosok Pesawaran

Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Al-Qur’an untuk Santri Pelosok Pesawaran

Batang Hari Ogan, Kab. Pesawaran – 30 Juli 2025
Puluhan mushaf Al-Qur’an disalurkan oleh Dompet Dhuafa Lampung bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke sejumlah Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kabupaten Pesawaran. Penyaluran ini merupakan bagian dari program Sedekah Al-Qur’an, sebagai upaya memperkuat pendidikan keagamaan di pelosok Lampung.

Diawali Shalat Ashar Berjamaah

Sebelum pembagian Al-Qur’an dilakukan, para santri bersama tim Dompet Dhuafa melaksanakan shalat Ashar berjamaah di halaman TPA. Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti kegiatan ini, menjadi pembuka penuh berkah untuk sore itu.

Santri & Guru Ngaji Sambut dengan Haru

Pembagian mushaf dilakukan langsung ke lokasi, seperti Pondok Pesantren Utsman dan beberapa TPA di Batang Hari Ogan, Kecamatan Trimurjo. Para santri dan guru ngaji menyambut dengan rasa haru dan syukur.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dompet Dhuafa Lampung dan BPKH. Semoga setiap lembar Al-Qur’an yang dibaca menjadi sumber pahala dan manfaat besar bagi para santri,” ujar Ustadzah Zahira Pratiwi, guru di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum.

Hal senada disampaikan oleh Ustadzah Dewi, guru ngaji di salah satu TPA penerima bantuan.

“Al-Qur’an ini sangat membantu dalam kegiatan belajar-mengajar. Semoga membawa keberkahan di dunia dan akhirat.”

Komitmen untuk Pendidikan Al-Qur’an

Dompet Dhuafa Lampung menegaskan bahwa program Sedekah Al-Qur’an akan terus dilanjutkan ke berbagai daerah di Provinsi Lampung dan sekitarnya. Tujuannya, agar tidak ada lagi anak-anak yang kesulitan belajar Al-Qur’an hanya karena tidak memiliki mushaf.

Klik : Yuk, Ambil Bagian dalam Sedekah Al-Qur’an

Satu mushaf dari Anda bisa menjadi cahaya ilmu bagi ratusan santri.
Mari ikut ambil bagian dalam kebaikan ini. Dukungan Anda sangat berarti untuk masa depan pendidikan Islam di pelosok negeri.

Baca Juga: Keutamaan Sedekah Subuh Online , Niat & Cara Melakukannya

Lepas Juang Nasional 2025: 5 Etoser Lampung Siap Menebar Manfaat dari Zakat untuk Indonesia

Lepas Juang Nasional 2025: 5 Etoser Lampung Siap Menebar Manfaat dari Zakat untuk Indonesia

Dari Lampung untuk Indonesia: Lima Etoser Lampung Resmi Dilepas dalam Lepas Juang Nasional 2025

Bandar Lampung, 21 Juli 2025 — Nuansa khidmat, semangat, dan haru menyelimuti Gedung Sidang Lantai 4 Rektorat Universitas Lampung dalam gelaran Lepas Juang Nasional Etos ID 2025 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Di Provinsi Lampung, sebanyak lima Etoser resmi dilepas, menandai berakhirnya masa penerimaan manfaat Beasiswa Etos ID Angkatan 2021 sekaligus menjadi awal dari babak baru pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Mengusung tema “From Formation to Mission”, acara ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga perayaan atas proses panjang pembinaan karakter, akademik, sosial, dan spiritual. Etos.ID, program beasiswa besutan Dompet Dhuafa, telah lama menjadi bagian dari upaya mencetak generasi unggul melalui dana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional. Beasiswa ini adalah bukti bahwa zakat mampu membuka jalan pendidikan dan menciptakan perubahan nyata bagi masa depan bangsa.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Dompet Dhuafa Lampung dalam menyalurkan zakat dari masyarakat untuk kemaslahatan warga Lampung, khususnya di sektor pendidikan. Para Etoser yang berasal dari berbagai wilayah di Lampung ini telah merasakan langsung manfaat zakat yang mereka terima selama empat tahun masa pembinaan. Hari ini, mereka bersiap untuk mengemban misi kebaikan, menyebarkan nilai kebermanfaatan ke berbagai penjuru negeri.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Etos.ID Nasional Dwi Nurfitriani, Fasilitator Etos Wilayah Lampung Eko Wiyanto dan Sri Rahayu, serta perwakilan Dompet Dhuafa Lampung Ajeng Dini Utami. Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si, yang turut menyampaikan apresiasi terhadap program ini.
“Etos.ID adalah sebuah langkah pemberian beasiswa yang tidak hanya materi, tapi juga soft skill, pembinaan, dan pendampingan dari segi akademik, sosial, dan spiritual. Saya pikir ini bagus untuk terus dilanjutkan. Semoga lima Etoser yang hari ini dilepas juang dapat terus menerapkan dan mengembangkan nilai-nilai positif demi masa depan yang cemerlang,” ujar Prof. Sunyono.

Program Etos ID membekali penerima manfaat dengan nilai integritas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Ketika mereka menyelesaikan masa pembinaan, Etoser tidak hanya siap menjadi lulusan unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan kepemimpinan.

“Kami percaya, Etoser yang sudah kami bina adalah benih kebaikan. Meski hari ini dilepas juangkan, mereka akan terus tumbuh, menyala, dan menjadi bagian dari solusi di lingkungannya,” ujar Dwi Nurfitriani.

Melalui program beasiswa ini, zakat di Dompet Dhuafa Lampung telah memberi manfaat nyata bagi warga Lampung. Tidak hanya menyokong pendidikan anak-anak daerah, tetapi juga mendorong hadirnya pemuda-pemudi yang siap berkontribusi untuk perubahan sosial. Inilah bentuk nyata dari tagline Dompet Dhuafa: Amanah Jadi Nyata.

Dari Sai Bumi Ruwa Jurai, para Etoser membawa cahaya perubahan, menjadikan setiap rupiah zakat yang dititipkan masyarakat sebagai investasi sosial yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Muliakan Anak Yatim, Dhuafa & Difabel: Aksi Cinta dari Dompet Dhuafa Lampung untuk Semua

Muliakan Anak Yatim, Dhuafa & Difabel: Aksi Cinta dari Dompet Dhuafa Lampung untuk Semua

Dompet Dhuafa Lampung – Bandar Lampung, (20/07/2025) — Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Lubi Coworking Space pada Minggu pagi dalam sebuah acara bertema “Muliakan Anak Yatim, Dhuafa & Difabel – Bawa Satu Hadiah , Ciptakan Seribu Senyuman”. Acara ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk anak yatim, dhuafa, serta penyandang disabilitas seperti anak-anak dengan down syndrome.

Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini diwarnai dengan berbagai aktivitas bermakna seperti pemberian perlengkapan sekolah (school kit), santunan untuk anak yatim, dhuafa, dan anak disabilitas, sesi mendongeng yang inspiratif, serta penampilan tarian dari anak-anak disabilitas yang berhasil menghipnotis para hadirin dengan semangat dan bakat mereka.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah komunitas peduli disabilitas, termasuk POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) Lampung, yang turut mendampingi anak-anak mereka dengan penuh cinta.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan empati sosial dan inklusivitas. Kita tidak hanya memberi, tapi juga belajar banyak dari anak-anak luar biasa ini,” ungkap salah satu relawan dari komunitas yang hadir.

Acara ini sukses terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak. Beberapa sponsor yang turut mendukung kegiatan mulia ini antara lain:

  • Almaz
  • Dyens Lampung
  • PT. Bukit Asam
  • Dompet Dhuafa Hongkong

Mereka memberikan dukungan baik berupa dana, logistik, hingga partisipasi langsung dalam acara. Kerjasama ini menunjukkan bahwa sinergi antar-lembaga dan komunitas dapat menghasilkan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Selain menjadi momentum berbagi, kegiatan ini menjadi ajang edukasi dan pemberdayaan, membuktikan bahwa anak-anak disabilitas bukan hanya layak dirangkul, tetapi juga punya potensi luar biasa untuk dikembangkan.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa setiap anak berhak untuk dimuliakan dan mendapatkan ruang untuk tumbuh dengan cinta dan dukungan masyarakat,” ujar perwakilan panitia pelaksana.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, acara “Muliakan Anak Yatim, Dhuafa & Difabel – Bawa Satu Hadiah, Ciptakan Seribu Senyuman” menjadi pengingat bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya — terutama ketika dilakukan bersama.


 

Dompet Dhuafa dan Tokopedia Hadirkan Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Abung Surakarta Lampung Utara

Dompet Dhuafa dan Tokopedia Hadirkan Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Abung Surakarta Lampung Utara

Lampung Utara 17 Juli 2025 – Kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia telah menyebabkan krisis air bersih, termasuk di Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara. Tidak hanya berdampak pada aktivitas harian masyarakat, kondisi kekeringan juga memengaruhi sektor pertanian secara signifikan.

Sejak 2023, setidaknya 6.000 hektar sawah di empat kecamatan – Abung Semuli, Abung Surakarta, Abung Timur, dan Muara Sungkai – mengalami kegagalan panen, khususnya pada komoditas singkong dan jagung, akibat tanah yang mengering.

Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Tokopedia melalui program “Air untuk Kehidupan” membangun fasilitas sumur air bersih di MA Plus Al-Amin, Desa Sukoharjo, Kecamatan Abung Surakarta. Peresmian sumur ini dilakukan pada Kamis, 17 Juli 2025.

“Sumur sedalam 60 meter ini hadir berkat sedekah para pengguna Tokopedia (Toppers). Bukan hanya untuk kebutuhan dasar, air ini juga mendukung lingkungan belajar dan meningkatkan produktivitas masyarakat,” ungkap Ahmad Faqih Syarafaddin, General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa.

Kolaborasi untuk Akses Air Layak

Wilayah Desa Sukoharjo selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih karena minimnya sumber alami seperti sungai dan danau. Sumur warga yang hanya sedalam 10–15 meter sering mengering saat kemarau. Warga bahkan harus menempuh jarak hingga dua kilometer hanya untuk memperoleh air dari masjid terdekat.

Dalam peresmian sumur tersebut hadir sejumlah tokoh seperti:

  • Dessy Anggrayeni, Head of Digital Goods Tokopedia

  • Ahmad Faqih Syarafaddin, GM Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa

  • Nandrianto Suparno, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung

  • Muhammad Nur, Sekcam Abung Surakarta

  • Perwakilan dari MA Plus Al-Amin, Puskesmas, Polsek, hingga perangkat desa setempat.

“Mudah-mudahan satu tetes air ini menjadi sumber kehidupan baru bagi warga dan anak-anak di Sukoharjo. Dengan air yang cukup, mereka bisa belajar, beribadah, dan beraktivitas dengan lebih baik,” tutur Dessy Anggrayeni, Tokopedia.

Manfaat Nyata untuk 170 Penerima Manfaat

Sumur yang dibangun tak hanya bermanfaat bagi warga secara umum, namun secara khusus mendukung lingkungan pendidikan agar para siswa bisa belajar dalam kondisi sehat. Kini, sebanyak 170 penerima manfaat di Kecamatan Abung Surakarta merasakan manfaat nyata dari hadirnya air bersih yang lebih mudah diakses.

“Alhamdulillah masyarakat antusias, terutama karena saat musim kemarau nanti mereka tak perlu lagi berjalan jauh hanya untuk mengambil air,” kata Bayu Aji Setiawan, guru di MA Plus Al-Amin.

Dukung UMKM Lokal Lewat Borong Dagangan

Tak hanya menghadirkan air bersih, Tokopedia juga berkolaborasi dalam menguatkan ekonomi lokal melalui program Borong Dagangan UMKM. Produk-produk UMKM Desa Sukoharjo dibeli dan dibagikan kepada peserta acara dalam bentuk kupon makanan dan minuman gratis.

Penyaluran Al-Qur’an oleh Dompet Dhuafa Lampung di Lampung Utara: Santri dan Guru Ngaji Sambut dengan Syukur

Penyaluran Al-Qur’an oleh Dompet Dhuafa Lampung di Lampung Utara: Santri dan Guru Ngaji Sambut dengan Syukur

Lampung Utara, 11 Juli 2025 — Puluhan mushaf Al-Qur’an disalurkan oleh lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Lampung ke sejumlah Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kabupaten Lampung Utara. Penyaluran ini merupakan bagian dari program Sedekah Al-Qur’an yang bekerja sama dengan Gramedia untuk memperkuat pendidikan keagamaan di pelosok daerah.

Santri dan Guru Ngaji Sambut dengan Haru

Distribusi mushaf dilakukan langsung ke lokasi, termasuk Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum dan sejumlah TPA di Talang Bojong dan Alam Kari, Kecamatan Kotabumi. Para santri dan guru ngaji menyambut kehadiran Al-Qur’an baru ini dengan penuh rasa syukur dan semangat belajar yang tinggi.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dompet Dhuafa Lampung dan Annisa Bertina serta tim penyaluran. Semoga setiap lembar Al-Qur’an yang dibaca menjadi sumber pahala dan membawa berkah, serta benar-benar bermanfaat bagi para santri dalam menuntut ilmu agama,” ujar Ustadz Agus, pengurus Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ibu Aminah, guru ngaji di salah satu TPA yang menerima bantuan.

Terima kasih banyak atas penyaluran Al-Qur’an ini. Mudah-mudahan berkah dan bermanfaat, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat nanti. Ini sangat membantu kami dalam mengajar.

Hasil Inisiasi Bersama Relawan Dompet Dhuafa

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Ahmad Renaldi Jaya bersama Annisa Bertina, relawan Dompet Dhuafa, berdasarkan hasil kajian dan pemetaan kebutuhan mushaf di berbagai titik lokasi prioritas.

Kami melihat adanya kebutuhan di beberapa titik, dan kami mencoba menjangkau wilayah-wilayah tersebut. Semoga ini menjadi langkah awal dari banyak kebaikan yang terus bergulir,” ungkap Renaldi.

Komitmen Dompet Dhuafa untuk Pendidikan Al-Qur’an

Dompet Dhuafa Lampung menegaskan bahwa program Sedekah Al-Qur’an akan terus berlanjut ke berbagai daerah di Provinsi Lampung dan sekitarnya. Tujuannya agar tidak ada lagi anak-anak yang kesulitan belajar Al-Qur’an karena keterbatasan mushaf.

Dukung Sedekah Al-Qur’an untuk Pendidikan Umat

Yuk, jadi bagian dari kebaikan ini! Sedekah satu mushaf bisa menjadi cahaya bagi ratusan santri di pelosok negeri.

Klik di sini (Donasi Sekarang melalui Dompet Dhuafa Lampung)

Baca Juga : PT. SAN Putra Sejahtera Salurkan Dana Zakat

PT. SAN Putra Sejahtera Salurkan Dana Zakat

PT. SAN Putra Sejahtera Salurkan Dana Zakat

 

Dompet Dhuafa Lampung – (04/07/2025) — Dalam upaya membangun ekonomi umat melalui pengelolaan zakat produktif, PT. SAN Putra Sejahtera berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Lampung dan Indonesia Berdaya menyalurkan dana zakat untuk memberdayakan pelaku UMKM di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Sebanyak 15 pelaku usaha mikro (UMKM) di sekitar Rest Area Masjid Imaduddin, Desa Way Kerap, Tanggamus, menerima bantuan program zakat bertajuk “Food Court Nusa Daya”.

Masjid Imaduddin Jadi Sentra Ekonomi Baru di Tanggamus

Masjid Imaduddin yang terletak di Rest Area Lintas Sumatera menjadi titik strategis bagi masyarakat yang melintas dan beristirahat. Setiap harinya, ratusan pengguna jalan singgah, sehingga lokasi ini memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, masyarakat Way Kerap yang ikut program Nusa Daya kini lebih sejahtera. Usaha kami berkembang dan tempat jualan jadi lebih nyaman. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan PT. SAN Putra Sejahtera,” ujar Irawan, salah satu penerima manfaat program UMKM Nusa Daya.

Bantuan Zakat Produktif: Dari Modal hingga Pelatihan UMKM

Dalam program ini, dana zakat disalurkan dalam bentuk:
✅ Pemberian modal awal usaha
✅ Renovasi tempat usaha di area masjid
✅ Penyediaan aset pendukung berjualan
✅ Pelatihan kewirausahaan dan inovasi bisnis

Program ini bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera yang memiliki potensi usaha.

Kolaborasi Strategis untuk Pemberdayaan Ekonomi

“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Terima kasih PT. SAN Putra Sejahtera atas kontribusinya dalam peningkatan ekonomi umat. Semoga bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ungkap Wawan, Supervisor Program Ekonomi Dompet Dhuafa Lampung.

Melalui zakat yang ditunaikan secara produktif, PT. SAN Putra Sejahtera berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan sosial di Provinsi Lampung.

Ingin dana zakat Anda membawa perubahan nyata bagi UMKM di pelosok negeri?

Tunaikan Zakat Anda melalui Dompet Dhuafa sekarang!
Bersama, kita bangun kemandirian ekonomi umat.

Kunjungi: https://lampung.dompetdhuafa.org

DDV Lampung Semarakkan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik di Momen Idul Adha 1446 H

DDV Lampung Semarakkan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik di Momen Idul Adha 1446 H

Lampung – Setiap memperingati momen Idul Adha 1446 H, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) di seluruh Indonesia turut menyemarakkan program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa pada Idul Adha 2025, termasuk di Lampung. Pada program ini DDV Lampung menggerakan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik.

Gerakan yang terus digelorakan dari tahun ke tahun. Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik mengajak pakai kemasan ramah lingkungan khas lokal, menggantikan plastik sekali pakai. Pendamping DDV Lampung, Ajeng Dini Utami menyampaikan bahwa gerakan ini diinisiasikan DDV sejak tahun 2021 dan telah masuk ke dalam salah satu gerakan World Environment Day Global 2025.

Pada tahun ini, Dompet Dhuafa Lampung melaksanakan Tebar Hewan Kurban. THK ini memiliki sebaran di 9 Kabupaten dan Kota di wilayah di Provinsi Lampung. THK ini tersebar di Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Timur, Lampung Utara. Selain itu juga tersebar di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah. Kemasan dan Gerakan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik juga menyertai di sebagian besar wilayah itu.

Yudiansyah selaku kepala sekolah MI Al Hikmah Desa Datar Lebuay, Kec. Air Naningan, Kab. Tanggamus sangat mengapresiasi Dompet Dhuafa Lampung dan juga relawannya ketika memilih lokasi Datar Lebuay sebagai salah satu lokasi Tebar Hewan Kurban tahun 2025. 

“Alhamdulillah, bersyukur wilayah kami mendapat manfaat dan daging kurban pada momen Iduladha 1446 H ini.” ucap Yudi setelah menerima daging kurban. 

Dalam kesempatan ini, Yudiansyah bersama masyarakat pun turut andil dalam membuat kemasan daging kurban dari daun Aren (Arenga pinnata) untuk mengurangi sampah plastik. Adapun daging yang didistribusikan kepada masyarakat menggunakan bungkusan dari daun aren dan besek bambu. 

“Ya, kami berkoordinasi dengan pihak DD Cabang setempat dan memutuskan menggunakan daun aren sebagai kemasan ramah lingkungan untuk daging kurban.” Tambah Yudiansyah.

Dompet Dhuafa dan DDV Lampung Berhasil Semarakkan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, masyarakat Indonesia menghasilkan sekitar 5.000 ton sampah plastik selama tiga hari pelaksanaan Iduladha. Namun yang lebih menyedihkan, masyarakat tidak dapat mendaur ulang sekitar 90% dari sampah tersebut. Akibatnya, mereka membuang sampah itu ke tempat pembuangan akhir (TPA), mencemari sungai dan laut, atau membakarnya sehingga mencemari udara.

Berangkat dari keprihatinan ini, Dompet Dhuafa sejak lama telah melakukan ikhtiar dalam menangani isu sampah plastik di momen Iduladha. Sejak 1994, Program THK Dompet Dhuafa mendistribusikan hewan kurban merata sambil mengusung semangat kurban ramah lingkungan.

Para relawan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) menggencarkan kampanye Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik di seluruh penjuru Nusantara. Gerakan ini hadir sebagai upaya untuk mengurangi, bahkan menghapus, ketergantungan pada kantong plastik dalam pembagian daging kurban.

Baca Juga : Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Lampung Tahun Ini Jangkau 18 Ribuan Penerima Manfaat

Dompet Dhuafa Hadirkan Solusi Sampah Organik Jadikan Cuan Melalui Maggotin

Dompet Dhuafa Hadirkan Solusi Sampah Organik Jadikan Cuan Melalui Maggotin

Lampung Selatan–Pemanfaatan limbah sampah organik dapat menciptakan peluang bisnis dan ekonomi bagi peternak maggot. Bermula banyaknya sampah organik seperti sayur mayur, limbah restaurant memunculkan ide untuk beternak dan mengembangkan maggot lebih luas lagi.

Selasa (20/05), Paiman salah satu penggiat Maggot di Karang Anyar, Lampung  mengatakan awal mula maggot saya kembangkan dengan skala kecil. Sehubungan dana dan pengetahuan akan budidaya maggot kurang alhasil keuntungan saya kecil. Dompet Dhuafa melirik potensi besar maggot yang dikembangkan olehnya. Alhasil Maggot tidak sedekar potensi pakan ternak namun juga akan merambah di bidang kosmetik.

“Maggot memiliki kemampuan dalam mengurai sampah dengan sangat cepat. Dalam waktu 24 jam, 10.000 ekor maggot BSF dapat mengurai 5 kg sampah organik. Maggot juga mampu memakan sampah organik sebanyak 2 hingga 5 kali berat badannya per hari,” ujar Paiman.

Paiman menambahkan, “kita ada sekitar 50.000 ikan lele yang siap panen. Bila pakan pur, itu biayanya sangat besar. Tetapi dengan maggot ini bisa lebih murah dan terbantu”.

Untuk sistem jual secara online, Paiman telah meraih keuntungan bersih Rp3-5 juta selama sebulan. Sedangkan secara offline itu bisa sampai Rp500 ribu-Rp1 juta per bulan.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Luncurkan Program Maggotin, Inovasi Pendistribusian Ziswaf Solusi Atasi Sampah Organik

Baca Juga: Panen Perdana Ikan Lele di Kandang Maggotin Dompet Dhuafa Lampung

Pemberdayaan Berkelanjutan Maggot di Lampung

Sementara Wawan Setiawan, tim Program Dompet Dhuafa mengatakan Program Maggotin mengintegrasikan pemanfaatan sampah untuk pakan maggot, kemudian maggot sebagai pakan lele dan unggas. Hasilnya, para mustahik mendapatkan penghasilan tambahan dari proses budidaya ini. Dengan adanya pemberdayaan maggot di desa ini, penguraian sampah yang ada di pasar bahkan di lingkungan sekitar dapat berlangsung dengan optimal, khususnya sampah organik atau sampah sisa makanan.

Wawan menambahkan, melalui konsep pemberdayaan maggot, program ini menjadi terobosan pengelolaan sampah yang juga dapat menghasilkan dan membantu perekonomian para penerima manfaat. Selain itu ada harapan program ini kelak dapat menjadi sebuah percontohan terhadap program edukasi zero waste serta menjadi pemantik gerakan pengelolaan sampah organik dari rumah.

“Kami berharap melalui program ini nantinya dapat menjadi percontohan, edukasi zero waste, dan pemantik gerakan pengelolaan sampah dari rumah,” tambah Wawan.

Paiman, salah satu penerima manfaat, sangat bersyukur atas bantuan kandang maggot yang diterima. Ia juga sudah lama memiliki keinginan untuk mengurai sampah-sampah basah (organik) supaya tidak menyebabkan bau busuk dan penyakit. Keinginannya itu terwujud bersamaan dengan adanya program maggotin.