BANDAR LAMPUNG – Sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Dompet Dhuafa (DD) Lampung bersama Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Lampung menggelar agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pos Genzi (Gerakan Sadar Gizi) bulan ketiga. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (24/1) di kediaman Ibu Lilis, salah satu kader Posyandu Melati 5, Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Timur.

Agenda ini didukung penuh oleh PT Amara dan Traya selaku mitra donatur yang menaruh perhatian besar pada isu gizi anak di Provinsi Lampung. Rangkaian acara meliputi pengukuran antropometri (pengukuran tinggi dan berat badan) untuk memantau tumbuh kembang balita secara presisi bila dibandingkan dengan bulan lalu, pengisian post-test Gerakan Sadar Gizi, hingga sesi jajak pendapat bersama para penerima manfaat.
Kerja sama antara DD Lampung dan AIMI Lampung bukanlah hal baru. Kolaborasi strategis ini telah terjalin sejak tahun 2022 dalam berbagai program kesehatan masyarakat terkhusus yang sasarannya ibu hamil dan balita. Ajeng Dini Utami, Staf Program Pilar Kesehatan DD Lampung, menekankan pentingnya konsistensi dalam pendampingan gizi. “Kita sudah bekerja sama sejak tahun 2022. Memasuki tahun keempat ini, Dompet Dhuafa Lampung terus konsistenp membersamai AIMI Lampung karena kami percaya bahwa masalah gizi tidak bisa diselesaikan secara instan, melainkan butuh pendampingan berkelanjutan seperti yang kita lakukan di Pos Genzi ini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Upi Fitriyanti, Ketua AIMI Lampung, mengapresiasi dukungan semua pihak, mulai dari mitra kolaborasi hingga kader di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat lokal. “Alhamdulillah selama 4 tahun ini, kami bersama Dompet Dhuafa Lampung konsisten menjalankan program pos Genzi di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, semoga sinergi ini terus berlanjut, kita doakan bersama ya ibu ibu” Ujar Bu Upi dikala sesi sharing-sharing bersama ibu bayi balita.
Dalam sesi jajak pendapat, Ibu Romlah, kader dari Posyandu Melati 3, mengungkapkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi manajemen posyandu dan pengembangan diri kader. “Sistemnya sangat teratur. Aktivitas beberapa bulan ke belakang ini benar-benar menambah wawasan dan relasi kami. Kami jadi merasa saling bantu satu sama lain untuk memastikan anak-anak di lingkungan kami sehat,” ungkap Ibu Romlah.
Manfaat serupa dirasakan oleh Ibu Rima, salah satu ibu bayi balita penerima manfaat dari Pos Melati 3. Ia merasa terbantu dengan adanya monitoring rutin yang dilakukan oleh tim ahli dari AIMI dan DD Lampung. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.


























