Tingkatkan Layanan Kesehatan RS AKA Medika Sribhawono, AIA Bersama Dompet Dhuafa Kembangkan Poliklinik

Tingkatkan Layanan Kesehatan RS AKA Medika Sribhawono, AIA Bersama Dompet Dhuafa Kembangkan Poliklinik

Lampung Timur- Upaya penambahan fasilitas Kesehatan di wilayah Sribhawono, Lampung Timur, Lampung terus berlangsung bersama  PT AIA FINANCIAL (AIA) dan Dompet Dhuafa. Pengembangan fasilitas di Rumah Sakit AKA Medika Sribhawono agar dapat melayani kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan.

Melalui program dana kebajikannya, AIA menunjukkan komitmen nyata dengan mendukung pembangunan RS AKA Medika Sribhawono. Tambahan beberapa Poliklinik dan ruang tunggu hasil kolaborasi Program Kesehatan Dompet Dhuafa dengan AIA. Pengesahan Gedung berlangsung pada Jumat (14/02/2025) di RS AKA Medika Sribhawono, Lampung Timur, Lampung.

Pada pengesahan tersebut turut hadir, Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo; Direktur RS AKA Medika Sribhawono drg. Endiki Surya Wira Pratama dan Ahmad Juwaini sebagai Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, mengatakan, “Kesehatan adalah inti dari layanan AIA, komitmen ini tidak hanya terwujud melalui layanan asuransi. Tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas di RS AKA Medika Sribhawono menjadi langkah penting dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik, nyaman dengan cakupan layanan lebih luas bagi masyarakat.”

Sejalan dengan hal tersebut, Ahmad Juwaini dalam sambutannya menyampaikan RS AKA Medika sebagai Aset wakaf produktif agar memberikan manfaat serta nilai finansial bagi kelompok Mauquf-Alaih.

“Kami Dompet Dhuafa hari ini menerima amanah Poliklinik dari AIA untuk menjadi sarana kesehatan di RS AKA Medika Sribhawono Lampung. Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada AIA yang telah menitipkan amanahnya kepada kami. Mudah-mudahan RS AKA Medika Sribhawono bisa menjadi rumah sakit yang terus memberikan manfaat dan layanan kepada masyarakat,” kata Ahmad Juwaini.

Baca Juga: Menunjang Pelayanan RS. AKA Sribhawono, Samudera Peduli Bersama Dompet Dhuafa Resmikan Ruang Isolasi dan Rawa Inap

Perkembangan Poliklinik RS Aka Medika

Sebelumnya, RS AKA Medika Sribhawono berada pada lahan seluas 8.080 meter persegi ini memiliki 102 tempat tidur pasien rawat inap biasa dan intensif. Setiap bulannya, jumlah pasien di RS ini sekitar 1.500 sampai 1.700 pasien. Sebanyak 35 persen sampai 40 persen pasien dari jumlah tersebut umumnya harus menjalani rawat inap.

Kini, RS AKA Medika Sribhawono telah memiliki berbagai poli. Diantaranya yakni Poli Orthopedi, Poli Penyakit Dalam, Poli Obgyn, Poli Anak, Poli Radiologi/USG, Poli THT, Poli Saraf, Poli Paru, Poli Mata, Poli Gigi, Poli MCU, Poli Umum, dan Poli Bedah Umum. Kondisi ruang tunggu yang lebih luas dengan adanya AC, dan penerangan yang memadai dapat mendukung pelayanan lebih prima.

“Dengan adanya renovasi sehingga terdapat penambahan menjadi 13 poli berkat dukungan dari AIA, Alhamdulillah antrean pasien semakin terurai. Kemudian risiko infeksius juga semakin minimal dan Alhamdulillah dengan adanya poliklinik ini juga sudah jadi terpusat, kemudian ada poli terpadu, farmasi, pendaftaran, sehingga menjadi kesatuan yang terintegrasi dengan baik,” ungkap Direktur RS AKA Medika Sribhawono, drg. Endiki Surya Wira Pratama.

RS AKA Medika Sribhawono menjadi rujukan banyak Puskesmas dan Klinik Umum bukan saja di Kecamatan Sribhawono, tetapi juga dari daerah-daerah lain. Sejak ditetapkan menjadi RS Umum Tipe C pada tahun 2017 dan telah bergabung dalam pelayanan BPJS. Saat ini RS AKA Medika Sribhawono memiliki 31 kamar rawat inap yang terdiri dari kelas 1, kelas 2, kelas 3 dan VIP, serta 10 orang tenaga ahli Dokter Spesialis.

RS AKA Medika Sribhawono merupakan rumah sakit kedua yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Rumah sakit ini akan berbasis wakaf produktif dan subsidi silang dengan dana-dana keagamaan lainnya, yaitu zakaf, infak, dan sedekah. Berbagai macam fasilitas perlengkapan medis modern telah tersedia di rumah sakit ini.

Baca Juga: Bersama RS Aka Medika Sribhawono, Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Puluhan Bingkisan Anak Yatim Piatu

Pasca Banjir, Dompet Dhuafa Lampung & Relawan Berikan Layanan Kesehatan

Pasca Banjir, Dompet Dhuafa Lampung & Relawan Berikan Layanan Kesehatan

Bandar Lampung–Bencana banjir bandang di Bandar Lampung menyisakan duka dan luka bagi para korban. Kepergian keluarga tersayang, hilang dan rusaknya harta benda, hingga timbulnya luka saat menyelamatkan diri dari banjir.

Bencana ini juga memberikan dampak bagi kesehatan para penyintas. Khususnya bagi para kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak.

Gatal-gatal, kutu air, panas dingin jadi yang paling banyak masyarakat keluhkan. Hal ini diamini oleh Dani, Ketua RT 32.

“Setelah banjir ini, banyak warga yang mengeluh gatal-gatal, terus kutu air, panas dingin juga pegal-pegal. Karena beberapa hari terakhir beraktifitas dalam genangan air dan membersihkan lumpur sisa banjir,” ceritanya.

Baca Juga: Pasca Banjir, Rumah Warga Penuh Lumpur: Tim Dompet Dhuafa Lampung Turun Tangan

Baca Juga: Warga Terdampak Banjir Lampung Timur Terima Bantuan dari PGN Stasiun Pagardewa–Dompet Dhuafa Lampung

Aksi Layanan Sehat Dompet Dhuafa Lampung Pasca Banjir

Merespon kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Lampung bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung dan relawan kesehatan lainnya gelar aksi layanan sehat.

“Setelah melakukan assesment beberapa hari yang lalu, ternyata banyak masyarakat yang membutuhkan obat-obatan dan layanan kesehatan. Oleh karenanya, Dompet Dhuafa Lampung hadir merespon kebutuhan masyarakat,
ucap Nandrianto Suparno Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung.

Kegiatan aksi layanan sehat ini berlangsung pada Selasa (21/01) dan Rabu (22/01) di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung.

Pada hari Selasa (21/01), tim Dompet Dhuafa Lampung, PKBI dan relawan menyisir satu demi satu rumah para penyintas. Tepatnya di RT 33, Kel. Pesawahan, Bandar Lampung.

Disambut hangat warga, para tenaga kesehatan mengukur tekanan darah, membalut luka, hingga memberikan vitamin. Total ada 17 warga yang menerima layanan kesehatan tersebut.

Esoknya, Rabu (22/01), Dompet Dhuafa Lampung, PKBI dan para relawan kembali menggelar aksi layanan kesehatan. Kali ini tim membuka posko medis di RT 31 & 32, Kel. Pesawahan dengan total 40 penerima manfaat.

Sa’iyah (85) salah satu penerima manfaat program ini melakukan konsultasi berkaitan dengan kesehatannya. Terutama berkaitan dengan kadar asam uratnya yang tinggi.

“Makasih ya dok, nanti saya kurangi makan sayurnya,” ucapnya.

Midah, Ketua RT 31 berterima kasih atas kehadiran program layanan kesehatan bagi warganya.

“Terima kasih banyak Dompet Dhuafa Lampung dan para tenaga kesehatan, alhamdulillah para warga sangat senang,” ucapnya dengan rasa bersyukur.

Edukasi Hidup Sehat, Dompet Dhuafa Lampung Bagikan Ratusan Paket Sarapan Sehat

Edukasi Hidup Sehat, Dompet Dhuafa Lampung Bagikan Ratusan Paket Sarapan Sehat

Bandar Lampung–Dompet Dhuafa Lampung bagikan 795 paket sarapan sehat pada 21-23 Agustus 2024.  Tim Dompet Dhuafa Lampung membagikan paket sarapan sehat ke empat SD/MI di Bandar Lampung. Yakni SD N 1 Surabaya, SD N 5 Sukajawa, MI Mathlaul Anwar, dan SD N 2 Labuhan Ratu.

Pembagian sarapan sehat ini meliputi bubur kacang ijo, roti isi, dan susu kedelai. Program ini merupakan salah satu rangkaian program Gerakan Sadar Gizi (Genzi) yang bertujuan untuk memberikan sosialisasi pola hidup sehat.

Baca Juga: Entaskan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Pos Genzi di Metro

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Program Pos Genzi di Bandar Lampung

“Program ini salah satu program kami dalam upaya pendistribusian donasi kebaikan para donatur. Tidak hanya berbagi makanan sehat saja, kami pun adakan edukasi tentang pola pola hidup sehat,” ujar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar.

Dalam hal program kesehatan, imbuh Yogi, Dompet Dhuafa Lampung menyadari bahwa anak-anak harus menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu salah satu fokus program kesehatan Dompet Dhuafa Lampung memperhatikan tumbuh kembang anak agar tumbuh sehat.

“Terutama bagi anak-anak dari keluarga secara ekonomi masih dalam kategori prasejahtera. Mereka butuh perhatian kita,” ujarnya.

Rasa antusias terlihat di wajah siswa-siswi ketika berbaris dan menerima paket sarapan sehat. Mereka dengan lahap menyantap sarapan yang telah diberikan.

Baca Juga: Tangani Gizi Buruk di Pringsewu, DD Lampung Hadirkan Pos Genzi

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Hadirkan Dapur Keliling di Perayaan Pekan Menyusui Sedunia

Sementara Haryadi, selaku Kepala SD N 1 Surabaya menyampaikan rasa terima kasih atas program yang telah berlangsung.

“Saya selaku kepala sekolah mewakili dewan guru mengucapkan terima kasih kepada pihak Dompet Dhuafa Lampung telah mengadakan agenda ini sebagai bagian dari sosialisasi sarapan sehat. Semoga anak-anak dapat terus sehat sehingga lancar proses belajar dan menyerap ilmu, dan semoga berkah bagi semua pihak yang terlibat,” ucapnya.

Tangani Gizi Buruk di Pringsewu, DD Lampung Hadirkan Pos Genzi

Tangani Gizi Buruk di Pringsewu, DD Lampung Hadirkan Pos Genzi

Pringsewu–Dompet Dhuafa Lampung gulirkan program Pos Gerakan Sadar Gizi (Genzi) di Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 15 Juli hingga 26 Juli 2024 lalu.

Kolaborasi program Dompet Dhuafa Lampung dan Asosiasi Ibu Menyusui cabang Lampung ini berlangsung di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Program Genzi merupakan salah stau program unggulan dari Dompet Dhuafa Lampung di bidang kesehatan. Program ini telah bergulir di 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

“Sebelumnya, Dompet Dhuafa Lampung dan AIMI Lampung telah melaksanakan program yang serupa di Metro pada Januari lalu dan Bandar Lampung di akhir Juni lalu. Harapannya program ini bisa semakin luas dan menyebar di seluruh Lampung,” ucap Yogi Achmad Fajar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung.

Selama 12 hari berturut-turut, anak-anak balita wasting dan berisiko wasting diintervensi melalui pendidikan pangan lokal dan perubahan perilaku makan.

Wasting merupakan kondisi berat badan anak terhadap tinggi badannya yang tidak proporsional atau sangat kurang bahkan berada di bawah rentang angka normal. Dalam kondisi wasting perawakan anak akan tampak kurus atau sangat kurus karena berat badan tidak sepadan dengan tinggi badan.

Selain risiko kematian yang tinggi, anak penderita wasting yang tidak tertangani dengan baik berisiko 3 kali lebih tinggi menjadi stunting.

Oleh karenanya, program ini hadir sebagai upaya Dompet Dhuafa Lampung dalam membantu Pemerintahan Pringsewu untuk perbaikan gizi dan menurunkan kasus wasting. Serta membantu untuk memulihkan berat badan anak.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Program Pos Genzi di Bandar Lampung

Baca Juga: Entaskan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Pos Genzi di Metro

Monitoring Evaluasi Gizi Anak

Saat ini program Genzi telah memasuki tahap monitoring dan evaluasi dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 20 orang.

Agenda monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memantau perkembangan perilaku dan berat badan para penerima manfaat.

Pada kegiatan monitoring dan evaluasi, Sugiman, selaku Kepala Puskesmas Desa Ambarawa menuturkan rasa terimakasihnya kepada Dompet Dhuafa Lampung dan AIMI Daerah Lampung.

“Program ini bagus ibu-ibu, tapi kalau tidak mempraktekannya sungguh sayang sekali. Harapan saya, nanti walaupun agenda ini sudah berakhir. Monitoring evaluasi sudah berakhir, ilmu-ilmu yang sudah ada tetap harus berlangsung terus,” pesan Sugiman kepada para peserta.

Selain itu, agenda monitoring dan evaluasi adalah tempat bagi para orang tua dari peserta untuk sharing pengalaman dan bertanya kepada para ahli.

“Alhamdulillah anak saya berat badannya naik. Saya terapkan apa yang di dapat dari kelas nutrisi kemarin. Pola makan teratur, pola tidur juga, seimbang antara main dan istirahat,” ujar Tias, ibu dari Arfan Attaqi salah satu penerima manfaat program Genzi (Gerakan Sadar Gizi) di pringsewu.

Dompet Dhuafa Lampung Hadirkan Dapur Keliling di Perayaan Pekan Menyusui Sedunia

Dompet Dhuafa Lampung Hadirkan Dapur Keliling di Perayaan Pekan Menyusui Sedunia

Bandar Lampung– Ahad (11/8), Dompet Dhuafa Lampung hadir dalam perayaan pekan menyusui sedunia. Agenda ini merupakan inisiasi dari Asosiasi Ibu Menyusul Indonesia (AIMI) Cabang Lampung. Kegiatan pekan menyusui sedunia ini berlangsung di Car Free Day Tugu Adipura, Bandar Lampung.

Turut hadir dalam acara ini yakni Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) cabang Lampung dan Lampung menggendong. Pada agenda ini hadir layanan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi dan praktik menggendong dan pelayanan konseling menyusui dan MPASI.

Selain itu, Dompet Dhuafa Lampung hadir memberikan pelayanan konsultasi zakat, infak dan sedekah. Tak hanya itu, melalui program Dapur Keliling (Darling), Dompet Dhuafa Lampung menyalurkan 200 sarapan sehat berupa bubur kacang hijau, susu kedelai dan roti.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Program Pos Genzi di Bandar Lampung

Baca Juga: Entaskan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Pos Genzi di Metro

Agenda kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan untuk para ibu menyusui untuk anak yang sehat dan cerdas.

Selama ini, Dompet Dhuafa Lampung turut membantu masyarakat dhuafa yang membutuhkan pendampingan terkait masalah gizi melalui Program Pos Gerakan Sadar Gizi (Pos Genzi) dan Dapur Keliling (Darling).

“Terima kasih, Alhamdulillah pagi-pagi dapat berkah rizki makanan gratis,” ujar salah satu penerima manfaat program Darling

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Erwin, Pria Paruh Baya yang Hidup dengan Katup Jantung Buatan

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Erwin, Pria Paruh Baya yang Hidup dengan Katup Jantung Buatan

Metro–Erwin (44), ayah dari 3 anak dan tulung punggung keluarga terkena serangan jantung mendadak pada tahun 2015 yang lalu. Setelah di diagnosis, dokter berkata bahwa 2 katup jantung Erwin sudah tidak berfungsi.

Dokter merekomendasi Erwin untuk operasi dan menggantinya dengan katup jantung buatan. Biaya operasinya mencapai miliaran rupiah. Akhirnya membuat Erwin menjual seluruh aset dan harta bendanya.

Pasca operasi, hidupnya berubah 180 derajat. Kini Erwin hidup dengan katup jantung buatan. Ia tidak memiliki pekerjaan, rumah dan harus mengonsumsi obat seumur hidupnya.

Dengan kondisi jantungnya yang tidak bisa kelelahan, sejak tahun 2017, Erwin tidak lagi bekerja. Kini ia hanya mengandalkan bantuan dari teman, keluarga dan tetangga.

Sementara itu istri Erwin membuka usaha jahit rumahan. Sesekali sang istri mendapatkan pelanggan dan penghasilan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Pendapatan ini, tidak mencukupi kebutuhan pokok, kebutuhan sekolah anak dan biaya obat Erwin yang tidak tercover oleh BPJS.

Dompet Dhuafa Lampung memberikan dukungan berupa bantuan uang tunai untuk Erwin dan keluarga pada (1/8).

Baca Juga: Hidup dengan Balon di Jantungnya, Dompet Dhuafa Lampung Bantu Penyembuhan Zhafran

Baca Juga:Dompet Dhuafa Lampung Bantu Kebutuhan Sekolah Syifa

Ketika disambangi di kediamannya, Erwin mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas bantuan yang telah diberikan.

“Alhamdulillah terima kasih Dompet Dhuafa Lampung atas bantuannya. Saya sudah bingung mau mencari pertolongan kemana. Selama ini selalu meminta bantuan pada teman, keluarga dan lainnya. Semoga berkah untuk para donatur,” ucap Erwin.

Hidup dengan Balon di Jantungnya, Dompet Dhuafa Lampung Bantu Penyembuhan Zhafran

Dompet Dhuafa Lampung–Dompet Dhuafa Lampung memberikan bantuan kepada para mustahik yang membutuhkan. Diantaranya yakni Zhafran (4), yang memiliki penyakit kelainan jantung yang sudah parah. Di jantungnya terdapat cairan, bahkan kini sudah merendam seluruh bagian jantungnya. Akibatnya mata dan perutnya membengkak.

Ia saat ini sudah 2 kali menjalani operasi. Namun hingga saat ini belum ada titik terang kesembuhan. Kini Zhafran harus di rujuk ke RS. Harapan Kita di Jakarta untuk memasang balon di jantung. Tujuannya agar cairan yang ada tidak menutupi dan merendam jantungnya.

Sementara Ayah Zhafran bekerja sebagai buruh. Pendapatannya sehari-hari tak mencukupi, apalagi untuk biaya pengobatan Zhafran.

Hal ini semakin parah dengan kondisi yang harus pergi untuk kontrol atau operasi di Jakarta. Sehingga tidak dapat bekerja dan tidak ada pemasukkan yang mengharuskan meminjam uang ke orang lain demi kesembuhan sang buah hatinya.

Berkat program Layanan Mustahik Dompet Dhuafa Lampung, Zhafran mendapat bantuan uang tunai untuk meringankan biaya kesembuhannya pada (06/08).

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Kebutuhan Sekolah Syifa

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Tukang Becak Penderita Tumor Ganas

Wahyuni (41), ibu Zhafran mengucapkan terima kasih kepada para donatur Dompet Dhuafa Lampung.

“Terima kasih karena sudah menunaikan zakatnya untuk kami yang membutuhkan. Kami bersyukur atas bantuan yang dialurkan oleh Dompet Dhuafa Lampung. Semoga rezekinya dilipatgandakan oleh Allah SWT,” harapnya.

Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Program Pos Genzi di Bandar Lampung

Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Program Pos Genzi di Bandar Lampung

Bandar Lampung–Dompet Dhuafa Lampung dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia cabang Lampung telah melaksanakan program Pos Gerakan Sadar Gizi (GENZI) di Bandar Lampung. Setelah sebelumnya telah melaksanakan program yang serupa di Kota Metro pada Januari yang lalu.

Yogi Achmad Fajar, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung menuturkan bahwa program genzi merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat.

“Alhamdulillah, melalui dana zakat, kami dapat menggulirkan program pos genzi ini. Program pos genzi ini juga akan kami jalankan di Pringsewu,” ucapnya.

Yogi berharap program pos genzi ini dapat diterapkan oleh pemerintah setempat dengan penerima manfaat yang lebih banyak.

Program pos genzi di Bandar Lampung telah berlangsung sejak 24 Juni 2024 hingga 5 Juli 2024 lalu. Tepatnya di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung.

Baca Juga: Entaskan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Pos Genzi di Metro

Baca Juga: Bantu Penanganan Stunting di Pringsewu, Dompet Dhuafa Lampung Terima Piagam Penghargaan Bupati Pringsewu

Selama 12 hari tersebut, anak-anak balita wasting dan berisiko wasting mendapatkan intervensi. Melalui pendidikan pangan lokal dan perubahan perilaku makan yang berlangsung secara berturut-turut.

Wasting merupakan kondisi berat badan anak terhadap tinggi badannya yang tidak proporsional atau sangat kurang bahkan berada di bawah rentang angka normal.

Selain risiko kematian yang tinggi, anak penderita wasting yang tidak tertangani dengan baik berisiko 3 kali lebih tinggi menjadi stunting.

Program Genzi ini bermitra dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Lampung dan kader posyandu setempat selaku pelaksana program.

Melalui program ini, Dompet Dhuafa Lampung berikhtiar untuk menurunkan kasus wasting dan membantu memulihkan berat badan anak.

Saat ini program Genzi telah memasuki tahap monitoring dan evaluasi dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 20 orang.

“Terima kasih atas program ini, sangat bermanfaat untuk saya dan anak saya,” ujar salah satu orang tua penerima manfaat program Pos Genzi.

Minum Obat 9 kali sehari, Dompet Dhuafa Lampung Bantu Kesembuhan Annisa

Minum Obat 9 kali sehari, Dompet Dhuafa Lampung Bantu Kesembuhan Annisa

Bandar Lampung– Annisa, gadis belia berusia 10 tahun berjuang melawan penyakit kelainan jantung bawaan.

Setiap hari Annisa harus meminum obat sebanyak 9 kali setiap harinya agar bisa melakukan kegiatan seperti manusia normal pada biasanya.

Bahkan di sekolah pun Annisa tidak dapat mengikuti mata pelajaran seperti olahraga karena fisiknya yang lemah.

Ayah Annisa bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan 200rb/minggu. Annisa hanya berharap adanya tambahan rezeki untuk kebutuhan berobat dan meringankan beban orang tuanya.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Tukang Becak Penderita Tumor Ganas

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Ridho, Anak Penyintas Kelainan Jantung

Dompet Dhuafa Lampung hadir membantu Annisa dan orang tuanya pada Senin (27/05) Mereka mengucapkan terimakasih karena terbantu untuk biaya berobat dan yang lainnya.

“Terimakasih banyak atas bantuan Dompet Dhuafa kepada Annisa, semoga Dompet Dhuafa dapat selalu membantu orang-orang yang memang membutuhkan dan semoga Dompet Dhuafa rezekinya lancar dan berkah”, ucap Ernani (30) selaku ibu dari Annisa.

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Ridho, Anak Penyintas Kelainan Jantung

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Ridho, Anak Penyintas Kelainan Jantung

Bandar Lampung–Di usianya yang baru 5 tahun Ridho divonis oleh Dokter memiliki kelainan pada jantungnya.

Ridho harus berjuang melawan penyakitnya. Ia harus menjalankan operasi dan minum obat seumur hidup agar bisa bertahan hidup.

Jika tidak, ia harus mengganti katup jantung yang harganya sekitar 40-80 Juta. Orang tua Ridho hanya bisa pasrah karena tidak mempunyai uang sebanyak itu.

Baca Juga: Sudah 10 Tahun Idap Penyakit Langka, Dompet Dhuafa Lampung Berikan Bantuan Kepada Ayesha

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Tukang Becak Penderita Tumor Ganas

Saat ini mereka hanya mengikuti anjuran dokter agar Ridho tetap bisa bertahan hidup. Ridho dan orangtuanya harus menempuh 2-3 jam untuk melakukan kontrol di rumah sakit.

Orang tua Ridho bekerja sebagai kuli serabutan yang penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.

Alhamdulillah, Dompet Dhuafa Lampung memberikan bantuan uang tunai untuk membantu kesembuhan adik Ridho pada senin, (27/05/2024).

“Saya sangat mengucapkan terimakasih banyak kepada Dompet Dhuafa Lampung beserta donatur yang sudah peduli membantu Ridho, berapapun donasinya kami sangat bersyukur dan pasti kami gunakan sebaik-baiknya,” ucap Nur Vaidah (35) sambil terisak terharu.