Bandar Lampung — Belajar kini tidak harus selalu di dalam kelas. Di lantai tiga Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, gelak tawa anak-anak mewarnai suasana saat mereka bermain Ular Tangga Literasi—sebuah inovasi permainan edukatif berbasis budaya yang dirancang untuk menanamkan semangat membaca sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Literasi yang digelar oleh RELIMA Perpusnas RI bersama Komunitas NGAJAR, dengan dukungan dari Dompet Dhuafa Lampung, PT Bukit Asam, dan sejumlah mitra kolaborator. Melalui pendekatan budaya dan permainan tradisional, literasi diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Permainan Ular Tangga Literasi bukan sekadar nostalgia, tapi dikembangkan menjadi alat belajar yang efektif. Anak-anak diminta membaca kalimat pendek, menebak makna kata, atau menjawab pertanyaan seputar cerita rakyat serta wawasan umum. Setiap langkah dalam permainan ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan melatih kemampuan berpikir kritis.
Menurut Rengga Wisnu Aditya, Ketua Komunitas NGAJAR, permainan ini bertujuan menanamkan cinta buku dan belajar dalam format yang ramah anak. “Kita ingin anak-anak merasa bahwa membaca itu menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka,” ujarnya.
Perwakilan RELIMA Perpusnas RI, Yoga Pratama, menambahkan bahwa pendekatan berbasis budaya ini merupakan bentuk optimalisasi distribusi bahan bacaan berkualitas dari Perpusnas ke komunitas-komunitas literasi sejak 2023. “Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan mencintai ilmu lewat pendekatan kontekstual seperti permainan tradisional,” jelasnya.
Tak hanya itu, kegiatan literasi juga dilengkapi dengan kelas mewarnai serta permainan kartu puzzle bertema kesehatan lingkungan. Seluruh rangkaian dikemas dalam suasana yang hangat, inklusif, serta melibatkan peran aktif orang tua.
Dompet Dhuafa Lampung sebagai salah satu pendukung kegiatan, melalui Pimpinan Cabang Nandrianto Suparno, menyatakan komitmennya terhadap peningkatan literasi anak di daerah. “Literasi adalah kunci pembangunan bangsa. Ini bukan hanya tentang membaca dan menulis, tapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, dan memperkaya keterampilan,” tegasnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi anak dapat diperkuat melalui pendekatan kreatif, kolaboratif, dan berbasis budaya lokal. Inovasi seperti Ular Tangga Literasi menjadi pintu masuk penting dalam menghidupkan semangat belajar yang menyenangkan.
Klik : Yuk, Ambil Bagian dalam kegiatan Literasi Pendidikan
Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Al-Qur’an untuk Santri Pelosok Pesawaran




