Dompet Dhuafa Lampung Bantu Ridho, Anak Penyintas Kelainan Jantung

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Ridho, Anak Penyintas Kelainan Jantung

Bandar Lampung–Di usianya yang baru 5 tahun Ridho divonis oleh Dokter memiliki kelainan pada jantungnya.

Ridho harus berjuang melawan penyakitnya. Ia harus menjalankan operasi dan minum obat seumur hidup agar bisa bertahan hidup.

Jika tidak, ia harus mengganti katup jantung yang harganya sekitar 40-80 Juta. Orang tua Ridho hanya bisa pasrah karena tidak mempunyai uang sebanyak itu.

Baca Juga: Sudah 10 Tahun Idap Penyakit Langka, Dompet Dhuafa Lampung Berikan Bantuan Kepada Ayesha

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Tukang Becak Penderita Tumor Ganas

Saat ini mereka hanya mengikuti anjuran dokter agar Ridho tetap bisa bertahan hidup. Ridho dan orangtuanya harus menempuh 2-3 jam untuk melakukan kontrol di rumah sakit.

Orang tua Ridho bekerja sebagai kuli serabutan yang penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.

Alhamdulillah, Dompet Dhuafa Lampung memberikan bantuan uang tunai untuk membantu kesembuhan adik Ridho pada senin, (27/05/2024).

“Saya sangat mengucapkan terimakasih banyak kepada Dompet Dhuafa Lampung beserta donatur yang sudah peduli membantu Ridho, berapapun donasinya kami sangat bersyukur dan pasti kami gunakan sebaik-baiknya,” ucap Nur Vaidah (35) sambil terisak terharu.

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Tukang Becak Penderita Tumor Ganas

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Tukang Becak Penderita Tumor Ganas

Bandar Lampung–Terima bantuan dari Dompet Dhuafa Lampung, tukang becak penderita tumor ganas berharap kesembuhannya.

Sukarman (53) harus melawan penyakit tumor sinonasal ganas stadium 4. Ia harus menahan getir penyakit di masa yang seharusnya menikmati hari tuanya.

Sebelum terkena penyakit tumor, Sukarman sehari-hari bekerja sebagai tukang becak kayuh di Bandar Lampung. Pengahasilan per harinya hanya berkisar 50-100 ribu.

Istri Sukarman bercerita tentang asal mula penyakit tumor sang suami.

“Awal hanya batuk pilek, sudah minum berbagai obat sampai 3 bulan tidak kunjung sembuh. Kemudian cek lagi baru mengetahui bahwa terdapat tumor ketika di rumah sakit,” tuturnya.

Baca Juga: Sudah 10 Tahun Idap Penyakit Langka, Dompet Dhuafa Lampung Berikan Bantuan Kepada Ayesha

Baca Juga: Panen Perdana Ikan Lele di Kandang Maggotin Dompet Dhuafa Lampung

Meski merasakan sakit, awalnya Sukarman tetap menarik becak. namun sakit yang semakin dirasakan membuat dirinya akhirnya memilih beristirahat. Pasalnya, tumor ganas yang dialami Sukarman, membuat sebelah matanya kini menjadi buram dan sulit melihat.

Saat ini, Sukarman sebagai kepala keluarga tidak dapat mencari nafkah untuk keluarganya. Apalagi masih ada 3 anaknya yang masih sekolah.

Sukarman hanya mengharapkan bantuan dari tetangga dan saudaranya untuk bisa memenuhi kehidupan sehari-harinya.

Alhamdulillah, Dompet Dhuafa Lampung turut hadir membantu sebagian kebutuhan Sukarman untuk biaya pengobatan dan kehidupan sehari-harinya pada Senin, (20/05/2024).

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Dompet Dhuafa Lampung yang sudah membantu saya. Saya hanya bisa pasrah dengan keadaan saat ini, saya juga minta doa kesembuhannya,” ujar Sukarman.

Sudah 10 Tahun Idap Penyakit Langka, Dompet Dhuafa Lampung Berikan Bantuan Kepada Ayesha

Sudah 10 Tahun Idap Penyakit Langka, Dompet Dhuafa Lampung Berikan Bantuan Kepada Ayesha

Bandar Lampung-Sudah 10 Tahun mengidap penyakit langka dan harus putus sekolah, Ayesha yang berusian 10 tahun mengidap kelainan jantung dan tidak memiliki anus sejak lahir.

Hingga saat ini, operasi pembuatan anus belum bisa terlaksana karena adanya kelainan jantung dari Ayesha. Sehingga hanya mengandalkan pembuatan kolostomi oleh dokter untuk pembuangan.

Ayesha sejatinya pernah bersekolah seperti anak-anak biasanya, namun Ayesha mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh temannya. Hal ini hingga membuat Ayesha trauma jika bertemu orang lain dan terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya.

Ayesha bercerita bahwa Ia ingin menjalani hidup yang normal dan bersekolah seperti teman-temannya.

“Aku ingin sekali seperti anak-anak yang lain, hidup normal dan bersekolah,” cerita Ayesha kepada tim Dompet Dhuafa Lampung.

Ayesha sehari-hari hanya dirumah ditemani oleh sang ibu (Dwi Marina). Sementara ayahnya bekerja sebagai seorang buruh galon dengan penghasilan yang terbatas.

Baca Juga: Panen Perdana Ikan Lele di Kandang Maggotin Dompet Dhuafa Lampung

Baca Juga: Terima Bingkisan Cinta, Guru Ngaji di Lampung Tersenyum Bahagia

Dengan penghasilan sebagai buruh galon, Ayah Ayesha hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga tidak cukup untuk biaya berobat Ayesha.

Dompet Dhuafa Lampung, hadir pada Senin (20/05/2024) di kediaman Ayesha memberikan bantuan kebutuhan Ayesha. Bantuan Dompet Dhuafa Lampung berupa uang tunai untuk biaya berobat dan kebutuhan lainnya.

“Saya sangat mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Lampung. Semoga berkah untuk semua donatur,” ucap Dwi Marina.

Panen Perdana Ikan Lele di Kandang Maggotin Dompet Dhuafa Lampung

Panen Perdana Ikan Lele di Kandang Maggotin Dompet Dhuafa Lampung

Lampung Selatan–Jumat pagi (17/05), Paiman, Rebo, Febri dan Budi sangat senang karena mereka memanen lele hasil budidaya integrasi. Lele yang dipanen di bawah kandang maggot ini merupakan salah satu program lingkungan yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Lampung di Karang Anyar, Jati Agung, Lampung.

Program Maggotin mengintegrasikan pemanfaatan sampah untuk pakan maggot, kemudian maggot digunakan untuk pakan lele dan unggas. Hasilnya, para mustahik mendapatkan penghasilan tambahan dari proses budidaya ini.

Adapun lele yang dipanen berumur 3 sampai 4 bulan. Pakan lele tersebut merupakan campuran antara maggot dan pur ikan. Sehingga mampu menekan biaya operasional pakan ikan lele.

Paiman bercerita bahwa panen ini sudah yang ketiga kalinya.

“Kemaren sempat panen beberapa kali, hari ini sekitar 50 kiloan. Kalau di total ada 150-an kilo dari awal,” ujarnya bercerita.

Baca Juga: PT Bukit Asam Tbk Ajak Aparatur Desa Sidodadi Kunjungi Maggotin Dompet Dhuafa Lampung

Baca Juga: Wisata Edukasi Maggot, Siswa Yayasan Rasyid Sedayu Kunjungi Lokasi Program Dompet Dhuafa Lampung

Yogi Achmad Fajar, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung menyebutkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Dompet Dhuafa dalam pengentasan berbagai permasalahan di masyarakat.

“Program ini bukti nyata untuk pengelolaan zakat produktif dari para donatur. Harapannya terus dapat menebar lebih banyak manfaat,” ucapnya.

Yogi pun berterima kasih atas kebaikan para donatur sehingga melahirkan program Maggotin yang berdampak pada lingkungan dan memiliki nilai ekonomi bagi para penerima manfaat.

“Alhamdulillah, berkah dana zakat, infak, sedekah dan CSR PT Bukit Asam, hari ini kami melaksanakan panen ikan lele,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Paiman salah satu penerima manfaat program Maggotin bersyukur atas bantuan-bantuan selama ini.

“Senang sekali hari ini bisa panen lagi. Terima kasih Dompet Dhuafa, Bukit asam dan donatur lainnya. Kedepannya terus semangat sehingga bisa panen lebih banyak dari hari ini,” tuturnya.

Bahas Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), Dompet Dhuafa-BPRS Way Kanan Audiensi dengan OJK Lampung

Bahas Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), Dompet Dhuafa-BPRS Way Kanan Audiensi dengan OJK Lampung

Bandar Lampung– Kolaborasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) Dompet Dhuafa Lampung dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Way Kanan lakukan audiensi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung.

Audiensi ini berlangsung pada Rabu, 15 Mei 2024, di kantor perwakilan OJK Provinsi Lampung.

Hadir dalam agenda ini Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, Deputi Direktur Pengawasan LJK Kantor OJK Provinsi Lampung Aprianus John Risnad dan tim beserta Direktur Utama BPRS Way Kanan, Suryanti dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar.

Baca Juga: Terima Bingkisan Cinta, Guru Ngaji di Lampung Tersenyum Bahagia

Baca Juga: Entaskan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Pos Genzi di Metro

Suryanti, menjelaskan terkait program kolaborasi CWLD antara BPRS Way Kanan dan Dompet Dhuafa.

“Sebagaimana sosialisasi OJK akhir2 ini, kami BPRS Way Kanan dan Dompet Dhuafa berkolaborasi dalam program CWLD. Dengan semangat untuk memudahkan masyarakat yang ingin berbuat kebaikan dan memberi manfaat bagi yang lainnya,” ujarnya.

Dalam program CWLD ini, BPRS Way Kanan berperan sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) yang memfasilitasi para pewakif atau donatur wakaf untuk menempatkan dana wakaf uang temporer (sementara).

Sementara Dompet Dhuafa berperan sebagai pengelola aset wakaf (nazhir) yang nantinya akan menyalurkan dana wakaf kepada masyarakat dalam bentuk program yang bermanfaat.

Yogi Achmad Fajar menjelaskan terkait program dari imbal hasil CWLD kolaborasi bersama BPRS Way Kanan.

“Nantinya imbal hasil dari CWLD ini akan kami buatkan program produktif beasiswa berbasis kewirausahaan, Kantin Kontainer di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sambutan Positif Program CWLD Dompet Dhuafa-BPRS Way Kanan

Program kolaborasi ini disambut baik oleh Bambang, selaku ketua OJK Lampung.

“Kami sangat menyambut program kolaborasi ini, terlebih melibatkan pihak ketiga dalam hal ini Dompet Dhuafa. Sehingga
lebih memperkuat kepercayaan publik dan menjangkau lebih luas masyarakat,” tuturnya.

Bambang berharap program ini nantinya dapat terealisasi dan menjadi program jangka panjang. Karena merupakan program yang melibatkan berbagai pihak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu Jhon menuturkan bahwa perlu adanya skema dan SOP terkait program CWLD kolaborasi ini.

“Kami OJK sangat terbuka untuk berdiskusi dan mendampingi dalam program ini,” jelasnya.

Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) adalah produk wakaf uang temporer. Nasabah/pewakif nantinya, akan melakukan penyetoran dana wakaf tunai ke bank dalam bentuk deposito dalam jangka waktu tertentu.

Setelah jatuh tempo, dana wakaf uang akan dikembalikan kepada Wakif.

Imbal hasil deposit tersebut akan dimanfaatkan untuk masyarakat sesuai dengan Seri Program yang telah disepakati.

Entaskan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Pos Genzi di Metro

Entaskan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Lampung Gulirkan Pos Genzi di Metro

Metro–Menurut Laporan Studi Status Gizi Indonesia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, prevalensi wasting di Lampung tahun 2022 sebesar 7%. Sementara di Kota Metro angka prevelensi wasting lebih besar dari Provinsi Lampung yakni sebesar 8,4%.

Untuk itu, beragam upaya terus dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat untuk berusaha menurunkan angka wasting tersebut. Termasuk Dompet Dhuafa Lampung yang turut berkomitmen membantu menyelamatkan masa depan anak bangsa dengan pengentasan gizi buruk melalui program kesehatan.

Pos Gerakan Sadar Gizi (GENZI) merupakan salah satu program di pilar kesehatan Dompet Dhuafa Lampung. Pos Genzi merupakan intervensi perbaikan gizi balita wasting dan berisiko wasting melalui pendidikan pangan lokal dan perubahan perilaku makan yang berlangsung secara terus menerus selama 12 hari di Pos Genzi.

Baca Juga: Audiensi dengan Walikota Metro, Dompet Dhuafa Lampung dan AIMI Lampung Bahas Kolaborasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Ibu Hamil

Baca Juga: Komitmen Atasi Stunting, Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Puluhan Paket Gizi di Pringsewu

Wasting merupakan kondisi berat badan anak terhadap tinggi badannya yang tidak proporsional atau sangat kurang bahkan berada di bawah rentang angka normal. Dalam kondisi wasting perawakan anak akan tampak kurus atau sangat kurus karena berat badan tidak sepadan dengan tinggi badan.

Selain risiko kematian yang tinggi, anak penderita wasting yang tidak tertangani dengan baik berisiko 3 kali lebih tinggi menjadi stunting.

Program Genzi ini bermitra dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Lampung dan kader posyandu setempat selaku pelaksana program.

Sejak akhir Januari lalu, program pos Genzi telah berlangsung di Kota Metro, tepatnya di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat. Saat ini program Genzi telah memasuki tahap monitoring dan evaluasi. Total sejumlah 20 anak dan orangtua sebagai penerima manfaat program pos Genzi ini.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar mengutarakan bahwa pemilihan lokasi berdasarkan koordinasi dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Metro.

“Pemilihan lokasi tentu kami berkoordinasi dengan Dinkes setempat yang merekomendasikan lokus-lokus yang ada di Kota Metro, sehingga program ini benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Upaya Dompet Dhuafa dalam Pengentasan Gizi Buruk di Lampung

Baca Juga: Bantu Penanganan Stunting di Pringsewu, Dompet Dhuafa Lampung Terima Piagam Penghargaan Bupati Pringsewu

Program Pos Genzi adalah bentuk kepedulian Dompet Dhuafa Lampung kepada masyarakat terkait pentingnya kesadaran gizi dan pola hidup sehat. Selain itu, program ini bertujuan untuk membantu memulihkan berat badan anak.

Karin selaku pelaksana program Genzi dari AIMI Lampung menyebutkan bahwa setelah satu bulan hingga 2 bulan program ini berlangsung, terdapat beberapa penerima manfaat yang mengalami peningkatan berat badan. Sementara ada pula yang mengalami penurunan karena sempat sakit.

“Alhamdulillah setelah monitoring kedua, terdapat beberapa yang mengalami peningkatan berat badan,” ujarnya.

Rohwati (53) salah satu kader posyandu di Kelurahan Yosomulyo, Metro Pusat bercerita terkait pengalamannya dalam mendampingi dan memantau pelaksanaan program Pos Genzi selama 12 hari tersebut.

Rohwati bercerita bahwa Ia merasa tertolong dengan adanya program Pos GENZI yang telah memberikan edukasi sehingga ada perubahan perilaku pola asuh orang tua dan pola makan anak.

“Terima kasih AIMI dan Dompet Dhuafa, kami para kader dan orang tua mendapatkan ilmu baru dan dapat kami bagikan dan praktekkan terus kedepannya,” terang Rohwati.

Melalui program ini terjadi perubahan perilaku yang terlihat pada orang tua dan juga anak. Anak-anak sudah terbiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kini, para orang tua menjadi lebih kreatif untuk memberikan makanan kepada buah hatinya.

“Sekarang orang tua tidak lagi bingung untuk memberikan makanan kepada balita, karena tidak lagi memisahkan makanan anak dan makanan sehari-hari. Anak memakan apa yang dimakan orang tua,” ucapnya.

Riyanti (32) salah satu penerima manfaat program ini juga bercerita bahwa anaknya kini menjadi lebih lahap makan. Karena sebelumnya cukup sulit untuk makan.

“Alhamdulillah berkat program genzi ini, kami ibu-ibu jadi lebih kreatif. Sekarang anak jadi suka ngemil juga,” tutur Riyanti bercerita.

Terima Bingkisan Cinta, Guru Ngaji di Lampung Tersenyum Bahagia

Terima Bingkisan Cinta, Guru Ngaji di Lampung Tersenyum Bahagia

Pesawaran–Satu demi satu, tim Dompet Dhuafa Lampung menghampiri para guru ngaji penerima manfaat program Bingkisan Cinta Guru Ngaji, pada Ahad, (07/04).

Ketukan pintu teriring salam tim Dompet Dhuafa Lampung, disambut hangat oleh para penerima manfaat program bingkisan cinta guru ngaji.

Para guru ngaji tampak antusias dan bahagia ketika disampaikan bahwa mereka menjadi penerima manfaat program ini.

“MasyaAllah terima kasih mbak, mas, semoga barokah ini rezekinya. Terima kasih juga telah menaruh perhatian pada guru ngaji di Kec. Teluk Pandan, Kab. Pesawaran,” ucap Uswatun Khasanah (60), salah satu penerima manfaat program ini.

Uswatun merupakan salah satu guru ngaji di Desa Sidodadi, Kec. Teluk Pandan, Kab. Pesawaran. Ia tersenyum bahagia karena telah menjadi salah satu guru ngaji yang mendapat bingkisan cinta.

“Kami jarang-jarang mendapat bingkisan seperti ini. Sangat bermanfaat bagi kami apalagi menjelang lebaran,” ucapnya bercerita.

Uswatun tak hanya menjadi guru ngaji, sehari-hari ia bekerja sebagai guru TK. Semangat mengajar dan memberi ilmu membuatnya telah mengabdi selama berpuluh-puluh tahun sebagai guru ngaji.

Baca Juga: Komunitas Ngafal Ngefeel-Dompet Dhuafa Lampung Beri Bingkisan Cinta Untuk Guru Ngaji

Baca Juga: Kolaborasi Kebaikan, Gramedia MBK Lampung dan Dompet Dhuafa Lampung Sedekah Jariyah Al-Qur’an Melalui Event Happy Family Coloring

Uswatun adalah satu dari sepuluh penerima paket Bingkisan Guru Ngaji. Paket ini telah terdistribusikan di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran.

Sebanyak 6 paket tersalurkan di Bandar Lampung dengan rincian 5 paket di Kec. Kemiling dan 1 paket di Kec. Bumi Waras. Sementara 4 paket lainnya untuk guru ngaji di Kec. Teluk Pandan, Kab. Pesawaran.

Paket bingkisan cinta untuk guru ngaji ini merupakan hasil penggalangan dana program kolaborasi Komunitas Ngafal Ngefeel dan Dompet Dhuafa Lampung.

Setiap guru ngaji mendapatkan bantuan sembako dan juga uang tunai.

Dompet Dhuafa Lampung Salurkan CSR Telkomsel untuk Bantu UMKM dan Renovasi Masjid – Mushola

Dompet Dhuafa Lampung Salurkan CSR Telkomsel untuk Bantu UMKM dan Renovasi Masjid – Mushola

Lampung – Melalui Dompet Dhuafa Lampung, Telkomsel menyalurkan CSR bantuan untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan renovasi mushola serta masjid di beberapa titik wilayah Lampung.

Adapun bantuan untuk UMKM tersebut berupa perbaikan sarana-prasarana tempat usaha. Tidak hanya itu, para pelaku UMKM juga mendapatkan bantuan penambahan alat-alat warung seperti etalase, rak dan galon usaha air minum.

Sedangkan untuk bantuan renovasi mushola dan masjid berupa bantuan renovasi minor dan bantuan pembelian material bahan bangunan masjid.

Untuk UMKM, terdapat 4 penerima manfaaat yang tersebar di Terbanggi Lampung Tengah, Adi Luwih Pringsewu, Sukarame Bandar Lampung dan Teluk Betung Bandar Lampung.

Baca Juga: Bahagianya Sumartini Saat Warungnya Dibedah Oleh Dompet Dhuafa Lampung

Baca Juga: Komunitas Ngafal Ngefeel-Dompet Dhuafa Lampung Beri Bingkisan Cinta Untuk Guru Ngaji

Unit usaha para pelaku UMKM tersebut mulai dari warung klontong, usaha air galon dan warung makan.

Sementara itu, masjid dan mushola yang mendapat bantuan adalah Masjid Al Hayah, Mushola Al Isra dan Mushola Asy Syuhada. Ketiganya terletak di Kota Bandar Lampung.

Adanya CSR Telkomsel ini pun disambut dengan bahagia oleh para penerima manfaat.

“Terima kasih untuk Telkomsel yang sudah memberikan bantuan untuk masjid kami, semoga menjadi amal jariyah dan menjadi wasilah kelancaran usaha,” ucap Welly pengurus masjid Asy Syuada.

“Pokoknya terima kasih banyak, sukses dan berkah terus untuk Telkomsel,” ucap Rudi Bentar penerima manfaat bantuan UMKM.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar menyampaikan bahwa program CSR Telkomsel ini bermanfaat.

“Program CSR Telkomsel ini sangat bermanfaat, bagi UMKM, ini akan mendorong kemajuan usaha mereka. Sedangkan untuk masjid dan mushola, akan menjadi amal jariyah bagi Telkomsel dan bermanfaat bagi para jemaah,” ungkap Yogi.

Bahagianya Sumartini Saat Warungnya Dibedah Oleh Dompet Dhuafa Lampung

Bahagianya Sumartini Saat Warungnya Dibedah Oleh Dompet Dhuafa Lampung

Bandar Lampung – Raut wajah bahagia dan haru terpancar jelas di wajah Sumartini (42) seorang penjual cemilan dan snack penerima manfaat program bedah warung Dompet Dhuafa.

“Ini kayak mimpi mas, saya gak nyangka. Senang, bahagia dan sangat bersyukur kepada Allah. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan para donaturnya,” ungkap Sumartini ketika tahu bahwa warungnya mendapat bantuan renovasi oleh Dompet Dhuafa Lampung, Selasa 31 Maret 2024.

Program bedah warung merupakan bantuan renovasi atau perbaikan warung para pelaku UMKM. Tak hanya mendapat bantuan renovasi saja, penerima manafaat program ini akan menerima bantuan modal usaha.

Baca Juga: Komunitas Ngafal Ngefeel-Dompet Dhuafa Lampung Beri Bingkisan Cinta Untuk Guru Ngaji

Baca Juga: Aksi Kebaikan, Dompet Dhuafa Lampung Tebar 1445 Makanan Berbuka dan Takjil

Pada Sabtu, (7/4/2024), penyerahan secara simbolis bantuan bedah warung berlangsung di AYA Snack, warung milik Sumartini. Dompet Dhuafa Lampung melalui Pimpinan Cabang, Yogi Achmad Fajar menyerahkan bantuan modal berupa uang tunai sekaligus simbolis bedah warung. Yogi mengungkapkan bahwa program ini adalah wujud penyaluran zakat yang bermanfaat bagi para mustahik pelaku UMKM.

“Bedah warung ini adalah salah satu program Dompet Dhuafa panyaluran dana zakat kepada mustahik yang bergerak di bidang UMKM. Adapun penyaluran ini adalah zakat produktif ini berharap bahwa ke depannya bisa mengembangkan dan menumbuhkan serta mendorong kemajuan mustahik,” ungkap Yogi.

Sumartini sendiri berjualan makanan cemilan seperti keripik, kue lebaran, kerupuk dan juga jenis cemilan lainnya. Bantuan untuk Sumartini berupa uang tunai sebagai modal serta perbaikan di beberapa aspek bangunan seperti atap, dinding dan juga lantai. Sumartini juga mendapatkan bantuan penambahan rak jualan.

Komunitas Ngafal Ngefeel-Dompet Dhuafa Lampung Beri Bingkisan Cinta Untuk Guru Ngaji

Komunitas Ngafal Ngefeel-Dompet Dhuafa Lampung Beri Bingkisan Cinta Untuk Guru Ngaji

Lampung Utara–Muliakan Pengajar Al-Qur’an, Komunitas Ngafal Ngefeel bersama Dompet Dhuafa Lampung Beri Bingkisan Cinta Untuk Guru Ngaji.

Sahabat, pernahkah kita perhatikan para pengajar Qur’an? Terlebih pengajar Al Qur’an yang senantiasa meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajar.

Mungkin jarang terlihat, atau mungkin terlupa, tapi berkat para pengajar Qur’an ini lah anak-anak di Lampung bisa mencicipi kesegaran berQur’an, menikmati Kalam Allah yang menyentuh hati-hati setiap makhluk.

Bersama Komunitas Ngafal Ngefeel, Dompet Dhuafa Lampung memberikan bingkisan cinta untuk para pengajar Al-Qur’an pada Jumat (15/03) dan Senin (18/03). Bingkisan ini merupakan apresiasi untuk para guru ngaji yang ada di Provinsi Lampung.

Total sejumlah 4 bingkisan untuk para guru ngaji. Dengan rincian 3 Bingkisan Guru Ngaji di Masjid Al Kautsar Kel. Madukoro, Kec. Kotabumi Utara, Kab. Lampung Utara serta 1 Bingkisan Guru Ngaji di Desa Branti Raya, Kec. Natar, Kab. Lampung Selatan.

Baca Juga: Aksi Kebaikan, Dompet Dhuafa Lampung Tebar 1445 Makanan Berbuka dan Takjil

Baca Juga: Bank Jago Syariah-Dompet Dhuafa Lampung Ukir Senyum dengan Berbagi Puluhan Kado Anak Yatim

Para guru ngaji menyampaikan rasa terimakasih dan doanya kepada para donatur. Mereka bersyukur atas bingkisan cinta tersebut.

“Terimakasih untuk komunitas ngafal ngefeel dan Dompet Dhuafa Lampung atas bingkisan guru ngajinya, semoga semua itu membawa keberkahan bagi kami dan para donatur,” ucap Yayah.

Yayah Septiana (39), warga Branti Raya, Natar salah satu pengajar di TPA Nurul Iman bercerita bahwa mengajar mengaji anak-anak adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untuknya. Yayah bercerita bahwa Ia telah lebih dari 20 tahun mengabdi seabgai guru ngaji.

“Saya bersama kawan-kawan sangat senang bila mengajar anak-anak disini, semoga ini menjadi amal jariyah buat kita semua,” tuturnya.