Dompet Dhuafa Lampung dan FEBI UIN Raden Intan Lampung Jalin Kerjasama Beasiswa Mahasiswa Berbasis Program Kantin Kontainer

Dompet Dhuafa Lampung dan FEBI UIN Raden Intan Lampung Jalin Kerjasama Beasiswa Mahasiswa Berbasis Program Kantin Kontainer

Dompet Dhuafa Lampung–Dompet Dhuafa Lampung bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menandatangani kesepakatan kerjasama beasiswa mahasiswa berbagis program laboratorium kewirausahaan kantin kontainer.

Kesepakatan ini dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama yang ditanda tangani pada Kamis, (19/10/2023). Berlokasi di kampus FEBI UIN Raden Intan Lampung, Sukarame, Kota Bandar Lampung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FEBI UIN RIL, Tulus Suryanto, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar, Wakil Dekan dan Kaprodi di lingkungan FEBI UIN RIL.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar menjelaskan bahwa kerjasama ini terjalin bertujuan untuk penguatan sumber daya manusia dan pengabdian masyarakat oleh kedua belah pihak.

Dalam salah satu poin kerjasama, Dompet Dhuafa Lampung dan FEBI UIN RIL akan menggulirkan program beasiswa wirausaha untuk mahasiswa dengan cara pengelolaan kantin yang terbuat dari kontainer.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Luncurkan Program Maggotin, Inovasi Pendistribusian Ziswaf Solusi Atasi Sampah Organik

Yogi menuturkan, mahasiswa akan mendapatkan beasiswa dari hasil pengelolaan kantin tersebut. Tak hanya beasiswa, mahasiswa juga akan belajar terkait pengelolaan usaha sehingga jiwa dan kemampuan di bidang entrepreneurshipnya meningkat.

“Harapannya, mahasiswa ini mampu menyelesaikan kuliah dengan beasiswa yang ia terima.  Harapannya juga ke depan bisa menjadi sosok yang tidak sekadar mencari kerja. Namun bisa menciptakan lapangan kerja berbekal dari pengelolaan usaha kantin yang pernah ia lakukan,” kata Yogi.

Lebih lanjut Yogi menjelaskan, kolaborasi kebaikan ini akan menjadi inovasi pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) yang unik dan kreatif bagi kalangan mahasiswa dhuafa dan bidang kewirausahaan.

“Adanya Kantin Kontainer bisa menjadi inovasi yang sangat solutif dalam membantu mahasiswa dhuafa. Tak hanya itu, kantin kontainer juga sebagai lab kewirausahaan yang bisa menjadi sarana belajar bagi mahasiswa FEBI UIN RIL. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar FEBI UIN RIL atas sambutannya. Semoga kolaborasi kebaikan terus tumbuh dan meluas di lingungan FEBI UIN RIL,” imbuh Yogi.

Baca Juga: RS Griya Medika DD Salurkan Zakat Karyawan Ke Dompet Dhuafa Lampung

Dekan FEBI UIN RIL, Tulus Suryanto menyambut baik program kolaborasi ini. Utamanya dalam melatih jiwa wirausaha bagi mahasiswa melalui kantin kontainer. Melalui beasiswa kantin kontainer, mahasiswa dhuafa juga diharapkan akan terbantu.

“Program yang sangat luar biasa dan dapat membantu mahasiswa-mahasiswa yang dhuafa dalam rangka menyelesaikan perkuliahannya. Kami berharap program-program ini benar-benar dapat membantu mahasiswa. Di samping melatih dan menguatkan motivasi dalam bidang kewirausahaan dan menciptakan jiwa kemandirian pada diri mahasiswa,” terang Tulus.

Tulus juga mengapresiasi adanya program kolaborasi kebaikan antara Dompet Dhuafa Lampung dan FEBI UIN RIL. Dan berharap kolaborasi-kolabirasi selanjutnya.

“Saya selaku dekan sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih dengan Dompet Dhuafa Lampung. Karena telah memfasilitasi dan menunjuk kami sebagai mitra. Kami berharap ke depan kolaborasi ini terus berlangsung dan dapat lebih banyak lagi mahasiswa dan sekitar yang dapat memanfaatkan program Dompet Dhuafa Lampung,” pungkas Tulus.

Kisah Lansia Penjual Balon Keliling, Seharian Hanya Dapat Tiga Ribu Rupiah

Kisah Lansia Penjual Balon Keliling, Seharian Hanya Dapat Tiga Ribu Rupiah

Dompet Dhuafa Lampung – Suarno (57) atau Mbah Nono, lansia penjual balon keliling. Ia berjualan dari pagi hingga petang, namun hanya membawa pulang 3 lembar seribu rupiah.

“Mbah sering gak dapet apa-apa, dek. Kemarin aja laku 3 balon, untung bersih yang mbah dapet 3 ribu perak per satu balon”, cerita Mbah Nono.

Sahabat, begitulah gambaran perjuangan hidup Mbah Nono. Setiap hari, ia berkeliling dengan sepedanya menjajakan balon mainan.

Meski terik panas cuaca tak menyurutkan semangat Mbah Nono. Asalkan tak sakit, Mbah Nono tetap berjualan.
Sejak tahun 1978, Mbah Nono sudah menjadi penjual balon keliling menyisiri Bandar Lampung.

“Zaman dulu, peminat balon masih banyak. Beda sama sekarang, 1 pembeli dalam sehari aja udah terhitung banyak,” cerita Mbah Nono.

Meski hidup penuh keterbatasan, Mbah Nono selalu bersyukur atas rezeki yang Allah SWT berikan padanya. Ia tak pernah lelah berikhtiar menjemput rezeki.

Baca Juga: Kisah Mbah Siti, Lansia yang Berjuang Jualan Gorengan Keliling

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Luncurkan Program Maggotin, Inovasi Pendistribusian Ziswaf Solusi Atasi Sampah Organik

Mbah Nono tinggal di gubuk berukuran 1,5 x 3 meter yang berlokasi di daerah Pasir Gintung, Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Alhamdulillah, berkat donasi #OrangBaik dan sahabat, Mbah Nono mendapatkan bantuan modal usaha dan juga paket sembako pada Jum’at (06/10).

“Alhamdulillah, sudah rezekinya, kebetulan modal saya juga sudah habis,” ucapnya kepada tim Dompet Dhuafa Lampung.

Mbah Nono mengutarakan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Semoga para sahabat donatur senantiasa dilimpahkan rezeki.

Kisah Mbah Siti, Lansia yang Berjuang Jualan Gorengan Keliling

Kisah Mbah Siti, Lansia yang Berjuang Jualan Gorengan Keliling

Dompet Dhuafa Lampung – Mbah Suwarti (66) atau akrab dipanggil Mbah Siti oelh masyarkat sekitar. Meski sudah lansia, beliau masih mencari nafkah dengan berjualan gorengan keliling di desanya.

Penghasilannya dalam satu hari hanyalah 15rb/hari. Bahkan seringkali si mbah harus nombok dan hutang ke tetangga karena gorengannya sering tak habis.

Saat ini mbah Siti tinggal bersama sang suami Suprapto (68). Suprapto kini bekerja sebagai penjaga villa, setelah sempat terkena PHK ketika pandemi covid-19. Penghasilan mbah Suprapto pun pas-pasan.

Suami-Istri ini hidup seadanya dan penuh keterbatasa. Terlebih ketika di masa pandemi. Suprapto yang sempat di-PHK, memaksa Mbah Siti menjadi seorang tulang punggung keluarga.

Kedua lansia ini tinggal di rumah berukuran 4×5 meter. Rumah ini hanya berdinding geribik dan tripleks serta beralaskan tanah. Terlebih, bangunan rumah ini bukan milik mereka.

Namun, kondisi ini tak membuat mereka menyerah dan putus asa akan kehidupan. Mereka tetap berjuang dan bersyukur atas segala rezeki yang diterima berapapun besarnya.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Luncurkan Program Maggotin, Inovasi Pendistribusian Ziswaf Solusi Atasi Sampah Organik

Potret bahagia dua lansia

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Sunar, Buruh yang Lumpuh Usai Jatuh dari Pohon 10 meter

Alhamdulillah, berkat donasi sahabat dan orang baik, Jum’at (6/10), Dompet Dhuafa Lampung dapat memberikan bantuan sembako dan bantuan modal usaha untuk Mbah Suwarti.

Mbah Suwarti tersenyum menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur juga Dompet Dhuafa Lampung. Si Mbah juga menitipkan doa dan salam untuk semuanya.

Yuk Sahabat, terus bantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Klik di sini, ya!

Tidak hanya berinfak, Sahabat juga dapat menunaikan zakat, donasi, dan sedekah, di Dompet Dhuafa Lampung.

Dompet Dhuafa Lampung Luncurkan Program Maggotin, Inovasi Pendistribusian Ziswaf Solusi Atasi Sampah Organik

Dompet Dhuafa Lampung Luncurkan Program Maggotin, Inovasi Pendistribusian Ziswaf Solusi Atasi Sampah Organik

Lampung Selatan– Dompet Dhuafa terus berinovasi dalam mengimplementasikan program untuk kemaslahatan umat. Salah satunya yakni program Maggotin.

Maggotin menjadi salah satu program lingkungan Dompet Dhuafa dengan tujuan mengurangi sampah, khususnya sampah organik. Untuk itu, Dompet Dhuafa meluncurkan program Maggotin di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada Ahad (15/10/23).

Program Maggotin ini diluncurkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Y. Ruchyansyah, General Manager (GM) Dakwah, Budaya dan Lingkungan Dompet Dhuafa, Herman Budianto, dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar serta Sekretaris Camat Jati Agung, Irwan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Y. Ruchyansyah mengapresiasi dan mendukung penuh program ini. Ia menuturkan bahwa pemerintah sangat serius untuk mengatasi permasalahan sampah di Lampung.

“Saya merasa senang akan hadirnya program ini. Program ini membantu kami, pemerintah untuk mengedukasi masyarakat dan membantu mengatasi permasalahan sampah organik di Lampung. Kami harap bentuk-bentuk kolaborasi seperti ini dapat terus ditingkatkan dan dilanjutkan,” terangnya.

Program Maggotin terdiri dari 1 kelompok yang beranggotakan 20 orang. Kedepannya akan mengelola kandang maggot dengan kapasitas penguraian sampah hingga 500 kg per hari. Sehingga dalam waktu 1 bulan, potensi penguraian sampah organik di kandang maggot sebesar 15 ton.

Baca Juga: Israel Serang Palestina: Bantu Saudara Kita yang Terdampak

“Maggotin ini adalah sebuah gerakan mengurangi sampah melalui budidaya maggot. Melalui konsep pemberdayaan, program maggotin menjadi terobosan pengelolaan sampah yang juga dapat menghasilkan dan membantu perekonomian para penerima manfaat,” ujar GM Dakwah, Budaya dan Lingkungan Dompet Dhuafa, Herman Budianto.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar, berharap bahwa program Maggotin dapat hadir di berbagai titik lain di Lampung, khususnya di wilayah adanya penumpukan sampah organik. Seperti pasar dan tempat pembuangan akhir (TPA).

“Potensi maggot dalam pengelolaan sampah organik ini sungguh luar biasa. Kami berharap melalui program ini nantinya dapat menjadi percontohan, edukasi zero waste dan pemantik gerakan pengelolaan sampah dari rumah.”

Testimoni Penerima Manfaat

Penerima Manfaat program Maggotin Dompet Dhuafa Lampung

Baca Juga: Bagaimana Hukum Membayar Zakat Secara Online? Simak Penjelasannya Berikut

Paiman (40), salah satu penerima manfaat, menyebutkan bahwa ia sangat bersyukur atas bantuan kandang maggot. Isak tangis haru mengiringi ucapan terima kasihnya.

“Terima kasih, terima kasih Dompet Dhuafa, saya senang sekali. Bantuan ini seperti mimpi, karena ini impian saya sejak lama,” ungkapnya saat sesi testimoni.

Di akhir kegiatan, seluruh tamu undangan yang hadir berkeliling kandang. Untuk melihat proses maggot dalam mengurai sampah organik dan edukasi siklus hidup maggot.

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Sunar, Buruh yang Lumpuh Usai Jatuh dari Pohon 10 meter

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Sunar, Buruh yang Lumpuh Usai Jatuh dari Pohon 10 meter

Dompet Dhuafa Lampung – Sunar (33) adalah seorang buruh nira kelapa. Tahun 2019, menjadi tahun yang kelam baginya. Sunar (33) mengalami kejadian tragis yang membuat hidupnya berubah 180 derajat.

Suatu pagi, sebagai buruh nira kelapa, Sunar pergi kebun untuk mengambil nira kelapa seperti biasanya. Namun naas, pagi itu Ia terjatuh dari pohon kelapa dengan ketinggian +-10 meter.

Sunar sempat tak sadarkan diri. Rekan-rekannya baru mengetahui hal ini 2 jam setelah kejadian. Sunar yang bekerja sendiri dan jarak kebun yang jauh jadi penyebabnya.

Kejadian ini mengakibatkan tulang belakangnya patah dan mengalami kelumpuhan. Agar memperbaiki tulangnya yang patah, Sunar melakukan operasi untuk memasang pen. Namun, tidak ada perkembangan hingga saat ini.

Kondisi ini membuat Ia tidak bisa bekerja dan terpaksa terus terbaring di rumah. Bahkan ia terpaksa untuk memakai kateter urin karena kondisinya ini.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Lampung Bantu Korban Kebakaran

Kondisi Sunar buruh nira kelapa
Kondisi Sunar buruh nira kelapa

Saat ini, hanya orangtuanya yang sudah lansia yang merawat Sunar. Ibu Karsi (66) namanya. Karsi tidak hanya merawat Sunar namun juga sang suami, Dulhadi (73) yang sudah mulai pikun dan menderita katarak.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya menunggu bantuan dari tetangga, teman atau meminta pada warga sekitar.

Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Bantuan

Rabu (20/9), Alhamdulillah tim Dompet Dhuafa Lampung menyambangi kediaman Sunar dan keluarganya di Abung Selatan, Lampung Utara.

Tim Dompet Dhuafa Lampung bersilaturahmi sekaligus mendistribusikan paket sembako untuk kebutuhan sehari-hari dan juga uang tunai untuk biaya perawatan Sunar.

Distribusi sembako dan uang tunai untuk Sunar buruh nira kelapa

Sunar dan keluarga menyambut dengan haru dan bahagia kedatangan kami. Mereka mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Dompet Dhuafa Lampung.

“Alhamdulillah, terimakasih atas bantuannya. Kami hanya mengandalkan orang-orang baik saat ini, karena sudah tidak adalagi  yang bisa bekerja, Bapak kondisinya sudah seperti itu, saya begini kondisinya, Ibu juga udah tua udah gak bisa kerja lagi,” ucap Sunar dengan haru.

Sunar dan keluarga tak luput untuk mendoakan tim Dompet Dhuafa Lampung dan para donatur. “Semoga diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya untuk kalian dan para donatur,” ungkap Sunar berdoa.

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Korban Kebakaran

Dompet Dhuafa Lampung Bantu Korban Kebakaran

Bandar Lampung – Rabu, 23 Agustus 2023, tepatnya pukul 08:30 WIB, kebakaran terjadi di rumah Supiyah (48). Ia bercerita, ketika hendak menanak nasi, warga Kelurahan Tanjung Gading, Kec. Kedamaian, Bandar Lampung mencium bau terbakar dari arah kamar anak laki-lakinya. Kepulan asap muncul dari dalam kamar, dan spontan Supiyah panik karena api sudah menjalar ke dinding rumah mereka yang geribik hingga atap rumah. Kondisi ini membuat Supiyah panik dan tak bisa menyelamatkan barang-barang yang ia miliki.

Beruntung warga sekitar melihat kebakaran tersebut dan langsung berdatangan membantu proses pemadaman. Namun naas, seluruh rumah habis terbakar. Si jago merah membakar habis sejumlah barang berharga seperti 20 telepon genggam dan 2 buah laptop. Sejumlah 22 gadget ini merupakan milik pelanggan dari M Zaimiko (20) anak kedua bu Supiyah, yang membuka jasa service gadget.

Saat ini, Supiyah hidup tanpa suami (cerai mati). Ia tinggal bersama ketiga orang anaknya dengan 1 putra masih di bangku sekolah. Sehari-hari, Supiyah bekerja sebagai  buruh serabutan. Jika tidak ada yang memanggilnya untuk bekerja ia hanya di rumah saja, mengandalkan gaji dari 2 orang anaknya.

Melihat kondisi ini, Dompet Dhuafa Lampung turut membantu Supiyah dan keluarga. Jum’at (8/9), tim Dompet Dhuafa Lampung menyalurkan bantuan berupa paket sembako untuk kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Momen Hut RI 78, Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Puluhan Al-Qur’an dan Bingkisan Guru Ngaji di Teluk Ujung Selatan Lampung


foto penyaluran korban kebakaran

Supiyah mengucapkan rasa syukur atas pertolongan yang diberikan masyarakat. Warga, kawan-kawan ketiga anaknya dan masyarakat lainnya membantu menyokong pembelian bahan-bahan bangunan dan lainnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Lampung atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah bersyukur sekali berbagai bantuan datang. Tak lupa saya berterimakasih kepada Dompet Dhuafa Lampung yang membantu menyokong sembako kami. Kami tidak bisa membalas apapun selain do’a, dan semoga bermanfaat serta berkah bagi semua pihak yang terlibat,” tutur Supiyah, kala tim Dompet Dhuafa Lampung berpamitan.

Momen Hut RI 78, Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Puluhan Al-Qur’an dan Bingkisan Guru Ngaji di Teluk Ujung Selatan Lampung

Momen Hut RI 78, Dompet Dhuafa Lampung Salurkan Puluhan Al-Qur’an dan Bingkisan Guru Ngaji di Teluk Ujung Selatan Lampung

Pesawaran – Peringati HUT RI ke-78, Dompet Dhuafa Lampung menyalurkan 40 Al-Qur’an 40 Iqro dan bingkisan guru ngaji di wilayah paling ujung selatan Lampung.

Tepatnya di RT 01, Dusun Pagar Jaya Induk, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Wilayah ini juga dikenal dengan sebutan Teluk Hantu. Termasuk dalam bagian paling ujung selatan Pulau Sumatera dan desa terjauh di Kabupaten Pesawaran.

Agenda ini berlangsung bertepatan dengan momen memperingati HUT RI ke-78, pada Sabtu 19 Agustus 2023.

Yogi Achmad Fajar selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung menyampaikan bahwa agenda ini menjadi salah satu program tematik di bulan kemerdekaan.

“Agenda ini kami lakukan dalam semarak memperingati kemerdekaan RI ke-78. Berkolaborasi pula dengan komunitas NGAJAR yang mengadakan kegiatan literasi dan perlombaan bagi anak-anak. Dalam momen kemerdekaan ini, kami ingin memberikan kebahagiaan bagi para anak-anak di pelosok dan juga mengapresiasi perjuangan para guru ngaji”, terang Yogi.

Dusun Pagar Jaya Induk terletak di pesisir pantai Pesawaran yang memiliki beragam pantai indah dan asri, namun sayangnya akses menuju lokasi ini cukup memprihatinkan.

Untuk mencapai lokasi ini, tim Dompet Dhuafa Lampung harus menempuh perjalanan 89 km dari pusat kota Bandar Lampung selama kurang lebih 6 jam perjalanan darat.

Meski harus melalui medan yang terjal dan sulit, namun tak menyurutkan semangat tim Dompet Dhuafa Lampung. Kejadian mobil terpater dan tersangkut mewarnai perjalanan penyaluran kali ini.

        Jalan menuju lokasi penyaluran Al-Qur’an dan bingkisan guru ngaji

Setelah menerjang jalan yang berbatu, tanjakan curam hingga melalui jembatan kayu, tim Dompet Dhuafa Lampung sukses tiba di lokasi penyaluran.

Masyarakat di pesisir Teluk Hantu menyambut dengan hangat kehadiran Dompet Dhuafa Lampung. Adanya pendistribusian Al-Qur’an, Iqro dan bingkisan guru ngaji ini menjadi kebahagiaan bagi para penerima manfaat.

Ucapan terima kasih dari para penerima manfaat mengalir untuk para donatur yang menghadirkan kebaikan tersebut.

Kebahagiaan yang terpancar di wajah penerima manfaat menjadi penghapus lelah perjalanan panjang tim Dompet Dhuafa Lampung. Mengingat jarak dan akses jalan yang harus dilalui untuk mencapai lokasi ini.

Raut wajah bahagia para penerima manfaat ketika menerima Al-Qur’an

Wanti (12) tahun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada donatur dan Dompet Dhuafa Lampung.

“Makasih ya kak, aku jadi makin semangat untuk belajar mengaji setelah dapet Al-Qur’an baru,” ucapnya dengan bahagia.

Senada dengan itu, Sutrisno (60) salah satu guru ngaji yang mendapatkan bingkisan dari Dompet Dhuafa Lampung juga menyampaikan rasa syukur dan bahagianya setelah mendapatkan bingkisan tersebut.

“Alhamdulillah, terimakasih Dompet Dhuafa Lampung dan donatur telah memberikan bantuan kepada saya. Saya bahagia mendapatkan bantuan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Intens Tangani Stunting, Dompet Dhuafa Lampung bersama Pemkab Pringsewu Salurkan Paket Gizi Anak Sehat di Pardasuka

Penyaluran bingkisan guru ngaji

Aparatur setempat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan penyaluran Al-Qur’an, iqro dan bingkisan guru ngaji ini. Salah satunya Manrido, selaku Kepala Dusun Pagar Jaya Induk.

“Terima kasih sudah datang jauh-jauh kesini, memang anak-anak sangat membutuhkan iqro dan Al-qur’an untuk menunjang pembelajaran mengaji mereka. Semoga bantuan dan perjalanannya berkah. Main-main lagi kesini yaa,” ucapnya melepas kepulangan tim Dompet Dhuafa Lampung.

Intens Tangani Stunting, Dompet Dhuafa Lampung bersama Pemkab Pringsewu Salurkan Paket Gizi Anak Sehat di Pardasuka

Intens Tangani Stunting, Dompet Dhuafa Lampung bersama Pemkab Pringsewu Salurkan Paket Gizi Anak Sehat di Pardasuka

Pringsewu– Dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, Dompet Dhuafa Lampung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu kembali distribusikan paket gizi anak sehat. Kali ini sebanyak 20 paket disalurkan di Kecamatan Padarsuka, Kabupaten Pringsewu, Jumat (18/08/2023).

Penyaluran paket gizi ini dilaksanakan di kantor Kecamatan Pardasuka. Adapun penerima manfaat paket gizi anak sehat berasal dari beberapa pekon di Kecamatan Pardasuka, yakni pekon Kedaung, pekon Pardasuka, pekon Pardasuka Selatan, pekon Pardasuka Timur, pekon Pujodadi, pekon Rantau Tijang, pekon Selapan, pekon Sidodadi, dan pekon Sukorejo.

Puluhan paket yang diterima masyarakat pun disambut bahagia. Kartika (33), seorang Ibu Rumah Tangga dengan suaminya yang bekerja menjadi buruh dan serabutan, sebagai salah satu penerima manfaat menuturkan bahwa dirinya merasa sangat terbantu.

“Alhamdulillah terima kasih atas bantuan paket gizinya, semoga berkah bagi donatur dan semua yang terlibat,” ungkapnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Pringsewu Akhmad Fadoli diwakili Kabid P2M Christianto, menuturkan bahwa bantuan ini sebagai stimulan untuk ibu-ibu agar lebih memperhatikan asupan gizi bagi tumbuh kembang anaknya.

“Bapak-ibu, bantuan ini kita sambut dengan baik. Dan perlu diingat bahwa bantuan ini adalah stimulan. Selebihnya, Bapak-ibu sekalianlah yang berperan utana dalam pencegahan stinting,” tutur Criatianto.

Sementara itu pihak kecamatan, diwakili Sudarman menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan atas keberlanjutan program.

Baca juga: Dompet Dhuafa Lampung Ajak Puluhan Yatim Bertamasya dan Berbelanja di Agenda Muharram Fest 1445 Hijriah

“Saya ucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Lampung, dan juga Dinas Kesehatan Pringsewu, serta Pihak Puskesmas Pardasuka, atas bantuan bagi warga saya, dan harapannya berkelanjutan karena membantu masyarakat miskin dan penanganan stunting,” ujar Sudarman.

Penyaluran paket gizi anak sehat ini merupakan bagian dari program Gerakan Sadar Gizi (Genzi) Dompet Dhuafa Lampung. Program ini bertujuan membantu pencegahan dan penanganan stunting di Lampung.

“Diharapkan adanya paket gizi anak sehat ini dapat memberikan kebermanfaatan kepada penerima. Selain itu juga semoga menjadi pendorong kepedulian masyarakat dalam pencegahan stunting,” ujar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar.

Sebelumnya, Dompet Dhuafa Lampung juga telah menyalurkan lebih dari seratus paket gizi anak sehat dan paket gizi ibu hamil di kecamatan Adi Luwih, Kabupaten Pringsewu dan Kecamatan Gedong Tatatan, Kabupaten Pesawaran, dan Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

“Pencegahan dan penurunan kasus stunting menjadi salah satu fokus program bidang kesehatan Dompet Dhuafa Lampung di 2023 ini,” pungkas Yogi.

Dompet Dhuafa Lampung Ajak Puluhan Yatim Bertamasya dan Berbelanja di Agenda Muharram Fest 1445 Hijriah

Dompet Dhuafa Lampung Ajak Puluhan Yatim Bertamasya dan Berbelanja di Agenda Muharram Fest 1445 Hijriah

 Bandar Lampung – Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan muharram, setiap kebaikan yang dilakukan akan lebih besar pahalanya dari bulan lainnya. 

Di Indonesia, bulan muharram juga identik dengan sebutan lebaran anak yatim. Agama Islam sendiri menempatkan anak yatim dalam posisi yang sangat istimewa.

Momen muharram kali ini, Dompet Dhuafa Lampung mengajak 20 anak yatim dari 5 panti asuhan di Bandar Lampung untuk mengikuti kegiatan Muharram Fest 1445 Hijriah. Agenda ini berlangsung pada Ahad, 30 Juli 2023 berlokasi di Kebun Raya ITERA (Institut Teknologi Sumatera) dan toko buku Fajar Agung.

pembukaan kegiatan muharram fest

Kegiatan ini diawali oleh sambutan dari Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar. Yogi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan khususnya terkait tumbuhan, memberikan hiburan dan kebahagiaan bagi anak-anak, dan memberikan motivasi untuk menggapai cita-cita serta sebagai momentum peringatan 10 Muharram 1445 H.    

“Alhamdulillah, berkat Sahabat, #Orangbaik dan mitra kebaikan, Dompet Dhuafa Lampung bisa tebarkan senyum dan keceriaan bagi anak yatim. Agenda ini terselenggara karena support dari berbagai pihak, dari pihak Itera, dari pihak FORDA LKSA selaku yang mengakomodir anak-anak panti, dari pihak Toko Buku Fajar Agung, Dompet Dhuafa Volunteer, Keripik Askha Jaya, MT Network, Jasa Raharja, dan Sambal Ladas, kami berterimakasih atas semua support itu,” ujar Yogi. 

Selanjutnya, Alawiyah selaku Kepala UPT Konservasi Flora Sumatera Itera dalam sambutannya menuturkan bahwa pihaknya mengapresiasi agenda-agenda semacam ini, dan mendukung anak-anak panti untuk terus semangat belajar demi meraih cita-cita. 

Berbagai kegiatan yang menarik dihadirkan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi anak-anak yatim. Diawali dengan Tamasya (Wisata Edukasi Bersama Yatim) ke Kebun Raya Itera. Kegiatan di Kebun raya itera ini, dipandu oleh Alawiyah dan tim. 

Di lokasi ini, anak-anak belajar dan praktek langsung penanaman hidroponik. Dalam materinya, Alawiyah menitipkan pesan untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan.

anak-anak praktek penanaman hidroponik

anak-anak belajar sistem hidroponik

“Hadirnya kebun raya ini, sebagai salah satu upaya konservasi tumbuhan yang dilindungi, khususnya tumbuhan asli sumatera. Oleh karena itu, adik-adik kita harus menjaga lingkungan agar tumbuhan-tumbuhan tetap lestari,” pungkasnya.

Meski terik matahari, tidak menyurutkan semangat belajar mereka. Anak-anak memperhatikan penjelasan Alawiyah dengan antusias dan seksama. Sebab, pengalaman dan pengetahuan baru mereka rasakan langsung. Terlebih, ketika Alawiyah menyampaikan bahwa anak-anak boleh memanen tanaman kangkung. 

“Anak-anak boleh memanen kangkung ya, nanti kakak ajari. Kangkungnya boleh dibawa pulang untuk makan bareng sama temen-temen di panti,” ucap Alawiyah.

Sontak, anak-anak langsung semangat memperhatikan dan mencoba memanen langsung. Masing-masing anak telah memegang kangkung di tangannya, wadah plastik yang disiapkan pun sudah terisi penuh. Alhasil, tanaman kangkung habis dipanen oleh mereka.

anak-anak memanen kangkung

foto bersama setelah panen kangkung di kebun raya Itera

Setelah itu, anak-anak yatim diajak untuk tur kebun raya melihat koleksi tanaman langka, bermain di labirin, mini games kelompok dan pemberian kado yatim berupa peralatan sholat dan mengaji. 

Setelah selesai agenda di Kebun Raya Itera, anak-anak yatim menuju ke lokasi kedua yakni Toko Buku Fajar Agung. 

Yeni selaku kepala Administrasi Fajar Agung menyambut dengan bahagia kedatangan anak-anak. Bahkan setiap anak diberikan bingkisan menarik. 

“Alhamdulillah terimakasih, kami senang telah diajak berkolaborasi dalam agenda kebaikan ini”, ujarnya. 

Di Fajar agung, anak-anak dipersilahkan untuk bebas memilih barang-barang kebutuhan sekolah yang diinginkannya. Anak-anak yatim berkeliling mencari kebutuhan sekolah didampingi oleh kakak pendamping.

anak-anak bersiap berbelanja kebutuhan sekolah

“Kak, aku mau kotak bekel makanan itu!,” kata Afda (10), salah satu peserta kepada kakak pendamping dari Dompet Dhuafa Lampung. 

Kebahagiaan terpancar di wajah anak-anak yatim, meski lelah telah berkeliling seharian. Beragam barang diborong untuk menunjang kebutuhan sekolah mereka. Mulai dari buku, pulpen, kotak bekal, tumblr, kamus hingga lainnya.

anak-anak berbelanja buku

Setelah selesai berbelanja, mereka berpamitan dan kembali ke panti asuhannya masing-masing.  

 “Makasih ya kak, aku seneng banget hari ini, nanti ajak aku lagi ya,” aku Nurhayati (13) peserta muharram fest sambil memeluk haru salah satu kakak pendamping. 

Hewan Kurban Sahabat, Bahagiakan Ribuan Penerima Manfaat di Lampung

Hewan Kurban Sahabat, Bahagiakan Ribuan Penerima Manfaat di Lampung

Lampung – Alhamdulillah, berkat kebaikan sahabat Tebar Hewan Kurban (THK), total lebih dari 246 ekor hewan domba, kambing maupun sapi telah dipotong di beberapa titik lokasi. Diantaranya di wilayah DD Farm Pringsewu, Lampung Utara, Lampung Selatan dan Bandar Lampung.

Pemotongan hewan kurban dilakukan setelah pelaksanaan Idul Adha pada Kamis, (29/06/2023) hingga hari Sabtu (01/07/2023).

Hewan kurban ini kemudian didistribusikan di 9 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung. Tersebar di wilayah Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Utara, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Metro, Lampung Timur dan Lampung Tengah.

Total 20.132 jiwa menerima manfaat kurban di wilayah Lampung. Tersebar di 39 Desa/Dusun di Provinsi Lampung.

Daging kurban tersebut, disambut dengan antusias oleh para penerima manfaat. Hal ini terlihat dari raut wajah bahagia Mariyem (75). Ia salah satu penerima manfaat daging kurban di Desa Tulung Agung, Gadingrejo, Pringsewu.

Ia mengaku senang mendapat daging kurban dari Dompet Dhuafa. Saat ini Ia tinggal hanya bersama anak bungsunya di sebuah rumah gubuk bersekat bambu.

Mariyem menyebutkan dirinya akan meminta sang anak untuk memasak daging kurban yang didapat dari Dompet Dhuafa, hingga bertekstur lembut. Agar dirinya dapat menikmati daging kurban.

Mangane yo setitik wae. Ulet-ulet ngono (makannya sedikit demi sedikit aja. Kecil-kecil gitu),” ucapnya.


Mariyem warga Tulung Agung menerima daging kurban

Selain Mariyem, ada ribuan penerima manfaat lainnya yang merasakan hal serupa. Satu kebaikan kurban yang diamanahkan oleh donatur telah banyak memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.