Penandatanganan PKS Tripartit Kantin Kontainer ITERA, UPZDK PermataBank Syariah, dan Dompet Dhuafa: Sinergi Zakat Produktif untuk Pemberdayaan Mahasiswa dan Masyarakat Lampung

Penandatanganan PKS Tripartit Kantin Kontainer ITERA, UPZDK PermataBank Syariah, dan Dompet Dhuafa: Sinergi Zakat Produktif untuk Pemberdayaan Mahasiswa dan Masyarakat Lampung

BANDAR LAMPUNG, 9 Oktober 2025 Langkah besar dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif terwujud hari ini, melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) program Kantin Kontainer antara UPZDK Permatabank Syariah, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Dompet Dhuafa.

Acara yang berlangsung di Kampus ITERA, Bandar Lampung ini menandai dimulainya program Kantin Kontainer sebuah inisiatif inovatif dalam pendayagunaan dana zakat untuk mendukung inkubasi bisnis mahasiswa, serta membantu masyarakat kurang mampu melalui pendekatan pelatihan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas usaha kantin berbasis kontainer.

 Foto kantin kontainer yang telah dijalankan dengan oleh 4 mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

Program Beasiswa Kantin Kontainer bertujuan untuk menciptakan ruang bertumbuh bagi mahasiswa di Provinsi Lampung, khususnya ITERA. Melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan manajerial, hingga praktik langsung dalam pengelolaan kantin modern, program ini diharapkan mencetak entrepreneur muda tangguh yang mandiri secara ekonomi. Penerima Manfaat langsung dalam program ini terdiri dari 2 jenis yakni 5 mahasiswa dan 1 ibu kantin. Syarat utama penerima manfaat program ini adalah termasuk golongan dhuafa (8 asnaf zakat), memiliki ketertarikan di dunia entrepreneurship.

Dalam sambutannya, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum ITERA, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini.

Kami menyambut baik hadirnya program Kantin Kontainer sebagai bagian dari ekosistem kewirausahaan kampus. Ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang membentuk karakter dan keberdayaan mahasiswa. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan UPZDK Permatabank Syariah  atas kepercayaannya kepada ITERA.

Wakil rektor bidang Keuangan dan Umum, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T. menyampaikan sambutannya

Sementara itu, Etika Setiawanti, Direktur Resource and Mobilization Dompet Dhuafa, menyoroti urgensi program ini dalam menghadapi tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi.

“Kami berharap, semoga dengan adanya program kantin kontainer ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berwirausaha sejak di bangku kuliah, sehingga ketika lulus nanti, mereka sudah memiliki pola pikir wirausahawan, dimana mereka tak hanya menjadi pekerja, tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pada akhirnya kebermanfaatan dana zakat/infak yang telah mereka terima dapat terus bergulir kepada lebih banyak orang. Begitulah semangat kebermanfaatan yang selalu menjadi nilai dari program–program pemberdayaan Dompet Dhuafa” Papar Etika.

Etika Setiawanti, Direktur Resource and Mobilization Dompet Dhuafa menyampaikan sambutan

UPZDK Permatabank Syariah sebagai donatur dari program ini menyampaikan bahwa keterlibatan mereka merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial berkelanjutan melalui pengelolaan zakat yang akuntabel dan berdampak.

Kami melihat program ini sangat strategis dalam menumbuhkan semangat entrepreneurship sejak dini, sekaligus menjadi model sinergi pengelolaan zakat produktif yang bisa direplikasi di daerah lain. Kami berharap setelah ditandatanganinya PKS ini, program Kantin Kontainer dapat segera direalisasikan di ITERA sehingga dapat langsung dinikmati oleh para mahasiswa sebagai penerima manfaat ujar Andri Yusfiana, Division Head, Sharia Sales & Distribution Permatabank Syariah.

Sejak 2023, kerja sama antara UPZDK PermataBank Syariah dan Dompet Dhuafa telah menghadirkan tujuh kantin kontainer di berbagai kampus di Indonesia, termasuk ITERA sebagai lokasi ke-5.

Andri Yusfiana, Division Head, Sharia Sales & Distribution Permatabank Syariah memaparkan sambutannya

Setelah sambutan dari perwakilan ketiga pihak, dilanjutkan dengan sesi diskusi mendalam terkait masukan maupun detail pelaksanaan realisasi kantin kontainer. Pihak ITERA menyampaikan bahwa pembangunan kantin kontainer perlu memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan. Bahkan pihak kampus juga bersedia memberikan tim ahli sipil dan bangunan jika dibutuhkan sebagai konsultan dalam proses pembangunan kantin kontainer ini. 

Nandrianto Suparno, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung menyambut baik tawaran dari pihak kampus ITERA dan menyampaikan bahwa seluruh pengadaan akan dilakukan di wilayah Lampung.

“Proses pengadaan seluruhnya akan dilakukan di wilayah Lampung, kami sudah memiliki rekanan untuk proses pengadaan dan karoseri dari kantin kontainer ini. Sebab, ini bukan kantin kontainer pertama yang kami buat, sebelumnya program kantin kontainer sudah pernah kami inisiasi di UIN Raden Intan Lampung dan sampai saat ini programnya berjalan sangat baik dan terbukti memberikan kebermanfaatan tak hanya bagi mahasiswa tapi juga bagi kampus karena berdampak baik terhadap akreditasi kampus. Kami percaya bahwa zakat tidak hanya untuk konsumtif, tetapi bisa menjadi produktif. Kantin Kontainer ini adalah contoh nyata bagaimana dana zakat dapat bertransformasi menjadi alat pemberdayaan yang berkelanjutan, ujar Nandrianto Suparno, Pimpinan Dompet Dhuafa Lampung.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Nandrianto Suparno menyampaikan detail program kantin kontainer pada sesi diskusi
proses penandatanganan PKS Tripartit Kantin Kontainer

Penandatanganan PKS Tripartit ini menjadi tonggak awal sinergi antara sektor pendidikan, filantropi, dan korporasi dalam mengakselerasi program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, Kantin Kontainer diharapkan mampu menjadi pemberdayaan yang membawa manfaat luas dan berkelanjutan.

 

Teks & Foto : Gita DD Lampung
Dompet Dhuafa Lampung Ajak Puluhan Yatim Bertamasya dan Berbelanja di Agenda Muharram Fest 1445 Hijriah

Dompet Dhuafa Lampung Ajak Puluhan Yatim Bertamasya dan Berbelanja di Agenda Muharram Fest 1445 Hijriah

 Bandar Lampung – Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan muharram, setiap kebaikan yang dilakukan akan lebih besar pahalanya dari bulan lainnya. 

Di Indonesia, bulan muharram juga identik dengan sebutan lebaran anak yatim. Agama Islam sendiri menempatkan anak yatim dalam posisi yang sangat istimewa.

Momen muharram kali ini, Dompet Dhuafa Lampung mengajak 20 anak yatim dari 5 panti asuhan di Bandar Lampung untuk mengikuti kegiatan Muharram Fest 1445 Hijriah. Agenda ini berlangsung pada Ahad, 30 Juli 2023 berlokasi di Kebun Raya ITERA (Institut Teknologi Sumatera) dan toko buku Fajar Agung.

pembukaan kegiatan muharram fest

Kegiatan ini diawali oleh sambutan dari Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar. Yogi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan khususnya terkait tumbuhan, memberikan hiburan dan kebahagiaan bagi anak-anak, dan memberikan motivasi untuk menggapai cita-cita serta sebagai momentum peringatan 10 Muharram 1445 H.    

“Alhamdulillah, berkat Sahabat, #Orangbaik dan mitra kebaikan, Dompet Dhuafa Lampung bisa tebarkan senyum dan keceriaan bagi anak yatim. Agenda ini terselenggara karena support dari berbagai pihak, dari pihak Itera, dari pihak FORDA LKSA selaku yang mengakomodir anak-anak panti, dari pihak Toko Buku Fajar Agung, Dompet Dhuafa Volunteer, Keripik Askha Jaya, MT Network, Jasa Raharja, dan Sambal Ladas, kami berterimakasih atas semua support itu,” ujar Yogi. 

Selanjutnya, Alawiyah selaku Kepala UPT Konservasi Flora Sumatera Itera dalam sambutannya menuturkan bahwa pihaknya mengapresiasi agenda-agenda semacam ini, dan mendukung anak-anak panti untuk terus semangat belajar demi meraih cita-cita. 

Berbagai kegiatan yang menarik dihadirkan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi anak-anak yatim. Diawali dengan Tamasya (Wisata Edukasi Bersama Yatim) ke Kebun Raya Itera. Kegiatan di Kebun raya itera ini, dipandu oleh Alawiyah dan tim. 

Di lokasi ini, anak-anak belajar dan praktek langsung penanaman hidroponik. Dalam materinya, Alawiyah menitipkan pesan untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan.

anak-anak praktek penanaman hidroponik

anak-anak belajar sistem hidroponik

“Hadirnya kebun raya ini, sebagai salah satu upaya konservasi tumbuhan yang dilindungi, khususnya tumbuhan asli sumatera. Oleh karena itu, adik-adik kita harus menjaga lingkungan agar tumbuhan-tumbuhan tetap lestari,” pungkasnya.

Meski terik matahari, tidak menyurutkan semangat belajar mereka. Anak-anak memperhatikan penjelasan Alawiyah dengan antusias dan seksama. Sebab, pengalaman dan pengetahuan baru mereka rasakan langsung. Terlebih, ketika Alawiyah menyampaikan bahwa anak-anak boleh memanen tanaman kangkung. 

“Anak-anak boleh memanen kangkung ya, nanti kakak ajari. Kangkungnya boleh dibawa pulang untuk makan bareng sama temen-temen di panti,” ucap Alawiyah.

Sontak, anak-anak langsung semangat memperhatikan dan mencoba memanen langsung. Masing-masing anak telah memegang kangkung di tangannya, wadah plastik yang disiapkan pun sudah terisi penuh. Alhasil, tanaman kangkung habis dipanen oleh mereka.

anak-anak memanen kangkung

foto bersama setelah panen kangkung di kebun raya Itera

Setelah itu, anak-anak yatim diajak untuk tur kebun raya melihat koleksi tanaman langka, bermain di labirin, mini games kelompok dan pemberian kado yatim berupa peralatan sholat dan mengaji. 

Setelah selesai agenda di Kebun Raya Itera, anak-anak yatim menuju ke lokasi kedua yakni Toko Buku Fajar Agung. 

Yeni selaku kepala Administrasi Fajar Agung menyambut dengan bahagia kedatangan anak-anak. Bahkan setiap anak diberikan bingkisan menarik. 

“Alhamdulillah terimakasih, kami senang telah diajak berkolaborasi dalam agenda kebaikan ini”, ujarnya. 

Di Fajar agung, anak-anak dipersilahkan untuk bebas memilih barang-barang kebutuhan sekolah yang diinginkannya. Anak-anak yatim berkeliling mencari kebutuhan sekolah didampingi oleh kakak pendamping.

anak-anak bersiap berbelanja kebutuhan sekolah

“Kak, aku mau kotak bekel makanan itu!,” kata Afda (10), salah satu peserta kepada kakak pendamping dari Dompet Dhuafa Lampung. 

Kebahagiaan terpancar di wajah anak-anak yatim, meski lelah telah berkeliling seharian. Beragam barang diborong untuk menunjang kebutuhan sekolah mereka. Mulai dari buku, pulpen, kotak bekal, tumblr, kamus hingga lainnya.

anak-anak berbelanja buku

Setelah selesai berbelanja, mereka berpamitan dan kembali ke panti asuhannya masing-masing.  

 “Makasih ya kak, aku seneng banget hari ini, nanti ajak aku lagi ya,” aku Nurhayati (13) peserta muharram fest sambil memeluk haru salah satu kakak pendamping.