Humanitalk Lampung di Rujak Petir: Dompet Dhuafa Lampung Gaungkan Aksi Peduli Sumatera

Humanitalk Lampung di Rujak Petir: Dompet Dhuafa Lampung Gaungkan Aksi Peduli Sumatera

Metro, Provinsi Lampung, 06 Desember 2025 — Dompet Dhuafa Lampung menggelar Humanitalk: “Peduli Bersama Sumatera – Saatnya Peduli dan Beraksi.” di Rujak Petir Metro sebagai bagian dari rangkaian Roadshow Peduli Sumatera 2025. Humanitalk diinisiasi sebagai wadah berbagi cerita, inspirasi, serta ajakan aksi nyata dalam membantu penyintas bencana Sumatera. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama: Vika dan Bas selaku owner Rujak Petir, Fathur (public speaker & influencer), dan tim Dompet Dhuafa Lampung yang memberikan update langsung dari lapangan. Kegiatan ini melibatkan Dompet Dhuafa Volunteer wilayah Metro dan bersama beberapa komunitas di Metro.

Acara dibuka oleh Fathur dengan gambaran singkat mengenai kondisi banjir di Sumatera, respon cepat DMC Dompet Dhuafa, serta pentingnya menyambungkan empati masyarakat Lampung dengan aksi nyata. Ia menekankan bahwa Humanitalk bukan sekadar forum diskusi, tetapi sarana untuk menggerakkan kesadaran menuju tindakan. Siti Hardila selaku moderator kemudian mengajak peserta merenungkan nilai “Peduli dan Beraksi” di era sekarang. Bahwa meski jarak memisahkan Lampung dan wilayah bencana, amanah kemanusiaan tetap dekat dan relevan untuk diemban bersama.

Dalam sesi pertama, Vika dan Bas berbagi perjalanan usaha Rujak Petir serta nilai sosial yang mereka terapkan. Mereka menggambarkan bagaimana UMKM juga memiliki peran strategis dalam mendukung aksi kemanusiaan, termasuk melalui kegiatan solidaritas, kampanye donasi, dan kolaborasi sederhana yang berdampak besar. “Sejarah rujak petir dibentuk berawal dari keresahan bahwa petani buah selalu dihargai dengan harga murah, kami ingin harga petani dibeli dengan layak. Dari situlah Local Farm tercipta”. Pesannya jelas: gerakan sosial bisa dimulai dari apa yang kita punya, bukan menunggu besar baru bergerak. Ujar Vika menjelaskan.

Fathur pada sesi kedua membahas tentang bagaimana komunikasi publik, baik melalui konten maupun aktivitas offline, mampu membangun kepedulian luas. Ia mencontohkan kampanye-kampanye kemanusiaan yang berhasil menyentuh publik dan bagaimana anak muda dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat perubahan, bukan hanya konsumsi hiburan.

Sebagai salah satu cabang Dompet Dhuafa yang paling dekat dengan wilayah terdampak, yakni masih dalam pulau Sumatera, Dompet Dhuafa Lampung telah memberikan dukungan sejak hari pertama bencana melanda. Fathur dalam agenda humanitalk menegaskan “Pesan utama bahwa empati tidak boleh berhenti sebagai perasaan, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata. Kebaikan dapat dimulai dari hal kecil: donasi, mengajak orang lain peduli, menjadi relawan, atau menyebarkan informasi yang benar.”

Nandrianto Suparno selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Lampung menyampaikan, “Duka bencana Sumatera masih terasa hingga saat ini dan kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya membantu ketika bencana sedang ramai dibicarakan, tetapi juga turut mengawal proses pemulihan hingga penyintas benar-benar bangkit.”

Masih dalam sesi humanitalk, owner Rujak Petir Metro menyampaikan rasa bangga dapat berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Lampung, dan mengajak warga untuk bersama membantu saudara kita disana. Rujak Petir berkomitmen akan mendonasikan 100% keuntungan dari Local Farm untuk saudara-saudara kita yang terdampak Bencana di Sumatera melalui Dompet Dhuafa Lampung.

Roadshow Peduli Sumatera 2025: Dompet Dhuafa Lampung & Fathur Gerakkan Solidaritas Anak Muda

Roadshow Peduli Sumatera 2025: Dompet Dhuafa Lampung & Fathur Gerakkan Solidaritas Anak Muda

Bandar Lampung, 05–06 Desember 2025 — Dompet Dhuafa Lampung menyelenggarakan rangkaian Roadshow Peduli Sumatera bersama relawan dan public speaker muda, M. Atiatul Muqtadir (Fathur), sebagai upaya edukasi publik, penguatan jejaring relawan, dan penggalangan kepedulian terhadap bencana banjir besar yang melanda berbagai wilayah Sumatera.

Mengusung tema “Lampung Bergerak Bersama Sumatera, Saatnya Peduli dan Beraksi”, kegiatan ini dirancang untuk mengajak masyarakat, khususnya anak muda, turut memahami isu kemanusiaan, risiko bencana, serta langkah-langkah aksi yang bisa dilakukan secara kolektif.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Nandrianto Suparno, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam solidaritas lintas daerah. “Roadshow ini bukan sekadar diskusi, tetapi ajakan nyata agar anak muda Lampung bergerak bersama membantu Sumatera. Kepedulian harus diterjemahkan menjadi aksi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun donasi. Semoga kegiatan ini memupuk kesadaran dan menguatkan gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Rangkaian Kegiatan Roadshow

Pada 05 Desember 2025, Roadshow Kemanusiaan dimulai di Universitas Lampung berkolaborasi dengan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Universitas Lampung yakni Birohmah Unila dan LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) dengan talkshow “Bertaut: Dari Luka Sumatera ke Hati Kita” diikuti sesi inspirasi langsung bersama Fathur. Acara berlanjut di Darul Fattah Lampung, menghadirkan sharing “Dari Empati ke Aksi: Langkah Nyata Mahasiswa Hadapi Krisis Kemanusiaan” bersama mahasiswa-mahasiswi IAI Darul Fattah.

Sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan orasi kemanusiaan dan aksi turun ke jalan di Tugu Adipura, melibatkan komunitas dan relawan Lampung untuk menyuarakan kondisi krisis di Sumatera dan mengajak masyarakat terlibat dalam penggalangan donasi. Pada 06 Desember 2025, rangkaian roadshow ditutup melalui sesi “Gerakan Pemuda Peduli Sumatera” di Rujak Petir Metro, yang memfasilitasi diskusi terbuka, mini campaign, serta penguatan relawan Dompet Dhuafa Lampung.

Selain memperluas jejaring relawan, Roadshow Kemanusiaan juga mendorong peningkatan kesiapsiagaan bencana, kepedulian sosial, serta donasi yang akan disalurkan untuk penyintas banjir di Sumatera. Dompet Dhuafa Lampung berharap kegiatan ini menjadi momentum bangkitnya kolaborasi kemanusiaan dari generasi muda Lampung untuk Sumatera, serta memperkuat solidaritas lintas wilayah dalam menghadapi krisis kemanusiaan.