
Lampung Selatan – Sebagai bentuk edukasi lingkungan berbasis praktik langsung, siswa-siswi SMP Trinitas Bandar Lampung mengadakan kunjungan edukatif ke Kandang Maggotin, program dampingan masyarakat peternak maggot oleh Dompet Dhuafa Lampung pada Jumat (08/08/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan secara langsung proses pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot (larva lalat Black Soldier Fly/BSF), sebagai solusi dalam menanggulangi sampah organik yang kian menumpuk dan tak terkendali.
Diketahui sampah organik telah mendominasi lebih dari 60% pada komposisi sebaran sampah di Indonesia. Oleh sebab itu, penting memasivkan budidaya maggot sebagaimana yang dilakukan oleh program gerakan Maggotin.

Dalam kunjungan ini, para siswa mendapatkan materi mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, serta pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Pemateri dari tim Maggotin Dompet Dhuafa Wawan Setiawan (Wawan Syafus) menjelaskan secara interaktif bagaimana budidaya maggot dilakukan mulai dari proses mendatangkan lalat BSF, penetasan telur, hingga pemanfaatan maggot untuk pakan ternak.
“Ini pengalaman baru dan sangat menarik. Semoga anak-anak kami memahami bagaimana cara membudidayakan maggot. Sebab, kami akan membuat project budidaya maggot di sekolah” ungkap Setia Armawati, S.SI,M.PD selaku Kepala Sekolah SMP Trinitas Bandar Lampung.
Setelah sesi materi, para peserta diajak berkeliling kandang untuk melihat langsung proses budidaya maggot. Mereka diajak melihat kolam ikan, area fermentasi dan kandang budidaya maggot.
Saat di Kandang maggot, siswa dikenalkan denganmedia pembesaran maggot yang penuh dengan limbah organik seperti sisa sayur dan buah. Suasana menjadi semakin seru saat para siswa mencoba memberi makan maggot secara langsung. Dan juga memberi makan lele menggunakan maggot.
Atas kunjugan ini, pengelola program Maggotin pun menyambut baik. Pihak Dompet Dhuafa menyampaikan bahwa kunjungan edukatif seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Kami senang medlihat antusiasme para siswa.
Harapannya, mereka pulang dengan semangat baru untuk mengelola sampah secara bijak, bahkan bisa mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya.” Ungkap Wawan Syafus.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari renacana inisiatif Dompet Dhuafa dalam program Maggotin Goes to School, yang bertujuan mengenalkan budidaya maggot ke sekolah-sekolah sebagai bentuk edukasi zero waste dan ketahanan pangan berbasis lingkungan.




